Tersangka saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dua tersangka dugaan penyelewengan pajak PT Agrindo Indah Persada di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu yaitu, Satiah Puji Astuti (Staf Administrasi PT Agrindo Indah Persada) dan Jalaludin (petani) resmi menjadi terdakwa pasca dilimpahkan dari Penyidik Polda Bengkulu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, dan keduanya langsung ditahan di Rutan Bengkulu dan Lapas Perempuan Kota Bengkulu selama 20 hari ke depan untuk selanjutnya disidangkan.

Data terhimpun diduga terdakwa dengan sengaja menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap serta sengaja telah memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta membuat faktur pajak namun tidak menyetorkan PPN terhutangnya.

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH.MH melalui PLH Kejari Bengkulu Oktalian Darmawan SH.MH usai menerima pelimpahan di Kantor Kejari Bengkulu, Rabu (21/8/2019) mengatakan untuk terdakwa perempuan yakni Satiah Puji Astuti sebelumnya ditahan penyidik, berdasarkan penjelasan terdakwa sekitar tanggal 15 Maret 2019 lalu terdakwa ini keluar dan karena ada Surat Dimulainya Penyidikan (SPDP) lagi dari pihak pajak untuk perkara perpajakannya terdakwa tersebut ditahan kembali. Sedangka untuk terdakwa Jalaludin memang tidak ditahan tetapi pada pelimpahan di Kejaksaan terdakwa ditahan.

Penahanan tersebut, kata Oktalian guna mempercepat proses persidangan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dilakukan terdakwa misalnya melarikan diri atau menghilangkan barang bukti serta mengantisipasi agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Jadi tim JPU berpendapat untuk ditahan 20 hari kedepan,” kata Oktalian.

Dilihat dari kasus ini, sambung Oktalian, kedua terdakwa tidak menyetorkan pajak dalam usaha sawit di PT Agrindo Indah Persada sebesar 424 juta lebih ke negara.

“Iya jadi mereka tidak menyetorkan pajak ke negara,” terang Oktalian. [Anto]