PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu terus menggeber penyidikan dugaan penyimpangan atau penjualan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 62,9 hektar yang terletak di kawasan Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu dan dalam waktu dekat tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkulu bakal meminta keterangan sejumlah saksi yang dianggap mengetahui tindak pidana tersebut.

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan  melalui Kasi Pidsus Oktalian Darmawan, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2019) mengatakan pasca penyitaan sejumlah dokumen dari Kantor Lurah Bentiring, Kantor Camat Muara Bangkahulu dan Kantor Pemkot bagian Pemerintahan, tim penyidik Pidsus Kejari Bengkulu saat ini sedang mempelajari seluruh berkas yang diduga berhubungan dengan perkara tersebut. Selain itu, dalam waktu dekat Kejari Bengkulu akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

InsyaAllah dalam waktu dekat ini kita panggil lagi pihak-pihak yang kita anggap mengetahui dugaan tindak pidana tersebut. Kalau kemaren statusnya permintaan keterangan, setelah kasusnya kita naikkan ke penyidikan jadi saat kita panggil nanti sudah keterangan saksi,” terang Oktalian.

Setelah dokumen hasil sitaan dan saksi-saksi sudah diperiksa, tim penyidik kejari akan melakukan ekpos. Kemudian meminta bantuan BPKP untuk penghitungan kerugian negara yang muncul dari dugaan penjualan aset tersebut pada 2015 lalu.

“Kita periksa dulu baik itu saksi-saksi maupun berkas-berkas yang kita dapatkan, kemudian kita ekpos dan nanti kerugian negaranya akan dikeluarkan pihak BPKP,” jelas Oktalian.[Anto]