PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas lewat kesehatan Ibu dan Anak, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Bengkulu bersinergi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bengkulu melaksanakan Gerakan Serentak (Gertak) Pelayanan KB MKJP kepada masyarakat di Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (14/8/2019).

Mengusung tema ‘Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan’, Gertak dilaksanakan dalam rangka Hari Bhakti IBI dan Hari Kontrasepsi Se-Dunia tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2019.

“Pelayanan KB Serentak (Gertak) ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas dan merata di semua tingkatan. Selain di Kabupaten Bengkulu Tengah, kegiatan ini juga diselenggarakan serentak di 2 PKM masing- masing Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu,  Busmar Edisyaf, SP., MM kepada PedomanBengkulu.com, Rabu (14/8).

Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatan kepesertaan ber KB yang sejalan dengan program IBI untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Kita jangan melihat ini semata – mata dari sisi mengurangi penduduk, tetapi golnya adalah sebagai salah satu upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Masing-masing PKM kita targetkan minimal 30 akseptor,” jelasnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, menurut Direktur Bina Kesertaan Keluarga Berencana
Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus BKKBN RI, Drs. Nerius Auparai M.Si, program KKBPK
dari segi laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Bengkulu sudah cukup baik dengan angka pelayanan kontrasepsi mencapai 91,1 persen.

“Ini pencapaian yang sangat luar biasa semoga dapat terus ditingkatkan. Harapan saya kedepan Bengkulu dapat menjadi contoh dari provinsi-provinsi yang lain,” ungkap Nerius Auparai dalam sambutannya.

Kegiatan ini sambungnya, memiliki peran yang besar dan strategis dalam rangka meningkatkan keterpaduan dan kebersamaan dalam melaksanakan pelayanan KB dan kesehatan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekarang dan yang akan datang.

“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dari IBI dan seluruh instansi terkait atas sumbangsih, pengabdian dan kerja sama dalam terselenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

Data terhimpun, jumlah akseptor yang hadir dalam kegiatan ini secara keseluruhan sebanyak 39 orang, yang terdiri dari Implan 21 orang, IUD 12 orang, suntik 5 orang dan pil 1 orang. [Nurhas/Adv]