Konfrensi pers Polres Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Lantaran diduga telah melakukan tindak pidana penipuan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kelurahan Rawamakmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu inisial SA terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian, setelah ditangkap Satuan Anggota Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisiaan Resort Kota Bengkulu dikediamannya.

Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo saat konferensi pers di Mapolres Bengkulu, Sabtu (24/8/2019) mengatakan dugaan penipuan yang dilakukan tersangka pada tahun 2016 lalu di kediaman korban di Kelurahan Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

Waktu itu korban meminta tolong kepada tersangka untuk mengurus balik nama sertifikat tanah dari nama suami korban menjadi nama korban sendiri.

Kemudian tersangka datang ke rumah korban dan tersangka meminta fotocopy sertifikat tanah tersebut dan meminta uang 4 juta rupiah.

Tersangka mengatakan bahwa dia mau mengurus surat tersebut dengan orang Badan Pertahanan Nasional (BPN).

Sekitar dua bulan, tersangka kembali datang ke rumah korban meminta uang sebesar 1,9 juta rupiah untuk mengurus pajaknya.

Setelah itu tersangka dua bulan kemudian datang kembali meminta uang 6 juta rupiah kepada korban yang katanya untuk menambah biaya mengurus sertifikat yang dibalik nama tersebut dan setelah itu tidak ada kabar lagi dari tersangka.

Pada awal 2018 korban menanyakan masalah pengurusan sertifikat dan tersangka hanya mengatakan tunggu saja.

Saat korban mengecek di kantor pajak ternyata pajak tanah tersebut tidak dibayarkan oleh tersangka dan hingga 2019 tersangka juga belum menyelesaikan masalah tersebut.

Akhirnya tersangka mengatakan akan mengembalikan uang yang sudah diminta dari korban, namun hingga sampai saat ini uang tersebut tidak kunjung dikembalikan dan korban mengalami kerugian 11 juta rupiah lebih. Kemudian melaporkan kepada pihak berwajib.

Dikatakan Kapolres, setelah mendapatkan laporan tim langsung melakukan penyelidikan dan menaikkan ke satus penyidikan dan menetapkan tersangka.

Kemudian pihaknya mencari informas terkait keberadaan tersangka. Setelah mendapatkan keberadaan tersangka, anggota buser Polres didampingi penyidik Polwan Polres melakukan penangkapan terhadap tersangka di kediamannya pada 19 Agustus 2019 sekira pukul 16.00 WIB.

“Keterangan tersangka baru satu kali, tapi masih kita kembangkan,” kata Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara. [Anto]