Kejati Bengkulu menahan Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah, Selasa (13/8/2019)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Mulya Wardana ditahan Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Penahanan tersebut setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima pelimpahan dari penyidik Polda atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana Gabungan Usaha (GU) RSUD Benteng dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari dana APBD 2018 Kabupaten Benteng.

Aspidsus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan usai menerima pelimpahan di Kejati Bengkulu, Selasa (13/8/2019) mengatakan setelah menerima pelimpahan perkara tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara dan mungkin tidak lama lagi dua atau tiga minggu akan dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan.

Sementara terkait penahanan yang dilakukan Henri Nainggolan menegaskan, dimata hukum semuanya sama. Terpidana sebelumnya dalam kasus ini Fintor Gunanda juga ditahan saat pelimpahan.

“Jadi ini lanjutan dari pada atasannya kan, terpidana Fintor anak buahnya. Maka dari itu kita tahan. Semua kedudukannya sama didalam hukum tidak ada tebang pilih,” jelas Nainggolan.

Sekedar mengingatkan kembali, kasus tersebut berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT)  yang dilakukan Polda Bengkulu terhadap terpidana Fintor Gunanda yang sudah divonis 4 tahun dan denda 200 juta subsider 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri beberapa waktu lalu, terkait dana gabungan usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk puskesmas yang diduga ada pemotongan dana sebesar 10 persen setiap pencarian pertiga bulan sekali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah. Saat itu Polda mengamankan barang bukti kurang lebih sebesar Rp117.085.992.

Seiring berjalannya waktu, Fintor Gunanda menjalani pelimpahan ke JPU beberapa waktu lalu dan diwaktu itu juga Kejati menerima SPDP tertanggal 25 Januari 2019 nomor B 27 dengan tersangka Mulya Wardana yang merupakan Kadinkes Benteng tersebut. [Anto]