PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pasca kasus dugaan penyimpangan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 62,9 hektar yang terletak di Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu naik penyidikan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu berdasarkan terbitnya surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Nomor : PRINT – 126 / N.7.10 / Fd.1 / 08 / 2019 tanggal 07 Agustus 2019.

Hingga sampai saat ini tim penyidik kurang lebih telah memanggil 17 orang saksi dimintai keterangan. Tentunya keterangan saksi-saksi dan dokumen hasil sitaan di tiga lokasi telah membuat kasus ini semakin mengerucut. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat Kejari bakal menetapkan tersangka.

Meskipun tim penyidik telah mengantongi bakal nama calon tersangka seperti yang disampaikan Kepala Kejari beberapa waktu lalu, tim penyidik masih terus memanggil saksi untuk dimintai keterangan sekaligus memperkuat alat bukti seperti hari ini, Senin (20/8/2019).

Tim penyidik kembali memanggil saksi yaitu Pirman selaku pihak Swasta, Dewi Hastuti selaku pihak Swasta sekaligus Istri dari Camat Muara Bangkahulu dan M Dani selaku Kabag Pemerintahan Kota Bengkulu. Namun para saksi tersebut bungkam saat diwawancarai awak media, dan tak sedikitpun kata yang terucap.

Sementara itu, Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH.MH saat dikonfirmasi, mengatakan pemeriksaan saksi tetap terkait penerbitan SKT Surat Keterangan Tanah di atas tanah milik Pemkot.

“Pemeriksaan saksi hari ini, juga tetap terkait penerbitan SKT surat keterangan tanah di atas tanah milik Pemerintah Kota Bengkulu,” ungkap Emilwan.

Perlu diketahui, seluruh saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik Kejari wajib disumpah terlebih dahulu, sehingga apapun yang diucapkan para saksi menjadi tanggungjawab mereka sesuai agama masing-masing. [Anto]