PedomanBengkulu.com Bengkulu — Bursa Calon Wakil Gubernur Bengkulu sudah mengerucut, yaitu Dedi Ermansyah yang merupakan mantan ketua DPW Nasdem Provinsi Bengkulu dan Muslihan yang merupakan Ketua Hanura Provinsi Bengkulu.

Kedua nama tersebut sudah diserahkan oleh Gubernur Bengkulu melalui Asisten l Hamka Sabri ke DPRD Provinsi Bengkulu pada Senin, (29/7/2019) lalu.

Wakil Ketua Pansel Pemilihan Wakil Gubernur Bengkulu, Jonaidi saat diwawancara Jum’at, (2/7/2019) mengungkapkan pansel belum menentukan jadwal pasti pemilihan wagub bengkulu.

“Kita belum melakukan rapat lanjutan, namun kita targetkan bulan Agustus ini masyarakat Bengkulu sudah memiliki wakil gubernur,” jelas Jonaidi.

Untuk diketahui nantinya cawagub akan dipilih langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu sebanyak 45 orang yang akan dipilih secara voting.

Salah satu cawagub Dedi Ermansyah saat di wawancara mengatakan sedang melengkapi berkas sebagai salah satu syarat maju cawagub.

“Saat ini sedang melengkapi berkas-berkas persyaratan, termasuk mundur dari jabatan DPRD provinsi bengkulu,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan saat ini juga sudah menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik yang memiliki kursi di lembaga legislatif DPRD provinsi bengkulu.

“Saat ini komunikasi dengan berbagai partai politik sudah kita bangun. Termasuk dengan pak Muslihan hubungan baik, karena niat kita sama-sama baik untuk membangun Bengkulu,” pungkas Dedi saat di wawancara Kamis, (1/7/2019).

Pastai Nasdem sendiri di DPRD Provinsi Bengkulu memiliki 4 kursi, sementara Partai Hanura memiliki 1 kursi. Jadi untuk saat ini Dedi Ermansyah unggul 3 suara dari rivalnya Muslihan.

Menurut pakar politik Panji Suminar pemilihan wagub ini sebagai sebuah amanat Undang-Undang maka harus berpegang pada prinsip demokrasi yang beretika.

“Pemilihan wagub ini sebagai wujud dari amanat Undang-Undang. Maka lakukan dengan baik dengan berpegang pada prinsip-prinsip demokrasi yg beretika. Pilihlah yg terbaik menurut pandangan anggota dewan,” jelas Panji suminar menanggapi pemilihan wakil gubernur.

Ditambahkan Panji Suminar semua kandidat punya peluang mendampingi Rohidin Mersyah dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi Bengkulu.

“Peta kekuatan kedua kandidat brdasarkan kursi yg dimiliki Nasdem 4 kursi sementara Hanura 1 kursi. Yang lainnya saya kira akan sangat ditentukan oleh kemampuan komunikasi politik kedua kandidat. Lobi2 politik harus dilakukan dan ini akan ditentukan oleh seberapa jauh kedua kandidat mampu meyakinkan anggota dewan lainnya,” pungkas Panji suminar melihat peta politik yang ada saat ini.

Panji suminar juga mengingatkan penting mengawal jalannya pemilihan agar berjalan secara demokratis.

“Wakil gubernur yang terpilih nantinya harus mempunyai visi yang sama dengan Gubernur Rohidin Mersyah karena akan menentukan jalannya pemerintahan 1 tahun mendatang. Pada saat pemilihan nanti perlu adanya kontrol dari publik agar pemilihan berjalan fair,” tutup Panji suminar. [Yusuf]

Berikut daftar jumlah kursi di DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019 :

1. PDI Perjuangan : 7 kursi.
2. Partai Demokrat : 6 kursi.
3. Partai Golkar : 5 kursi.
4. Partai Gerindra : 5 kursi.
5. Partai Amanat Nasional : 5 kursi.
6. Partai Nasdem : 4 kursi.
7. Partai Kebangkitan Bangsa : 4 kursi.
8. Partai Keadilan Sejahtera : 3 kursi.
9. Partai Persatuan Pembangunan : 3 kursi.
10. Partai Hati Nurani Rakyat : 1 kursi.
11. Partai Keadilan Persatuan Indonesia : 1 kursi.

Total jumlah kursi : 45 kursi.