PedomanBengkulu.com, Seluma РTim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Seluma terus melakukan pengusutan dugaan penyimpangan anggaran KPU Seluma tahun 2018. Saat ini penyidik sedang berkoordinasi dengan Inspektorat KPU RI untuk mengetahui item dugaan penyimpangan anggaran yang terjadi di tahun 2018 tersebut.

“Kita masih melengkapi alat bukti yang kita sudah miliki, salah satunya saat ini tim kita sedang berkoordinasi dengan KPU RI,” tegas Kapolres Seluma, AKBP I Nyoman Merthadana, melalui Kasat Reskrim, AKP Rizka Fadhilah, Kamis (15/8/2019).

Sampai Rizka, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap semua staf keuangan KPU Seluma, termasuk mantan bendahara, AA (33) dan mantan Sekretaris, Hz (69). Selain itu juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen di Kantor KPU Seluma, yang berkaitan dengan dugaan penyelewengan tersebut.

“Nanti jika rincian item yang tidak dapat dipertanggung jawabkan tersebut telah kita terima, barulah kita akan merunut perkara ini. Sesuai dengan item anggaran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan tersebut,” jelas Kasat Reskrim.

Diketahui, tahun 2018 KPU Seluma menerima alokasi anggaran dari KPU RI sebesar Rp 21 miliar, yang dicairkan secara dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 16 miliar dan tahap kedua sebesar Rp 5 miliar. Dari hasil audit Inspektorat KPU RI yang telah dilakukan ada anggaran Rp 1 miliar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh KPU Seluma.

Sehingga berimbas pada pembayaran gaji PPK dan PPS di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ulu Talo, Semidang Alas dan Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) tidak dapat dibayarkan untuk bulan November dan Desember 2018.[YD]