PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tersangka penggelapan uang sebesar Rp 2 milyar milik Direktur Utama (Dirut) PT Bara Mega Quantum (BMQ) yakni Nurul Awaliyah selaku Dirut PT Borneo Suktan Mining (BSM) menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik Polda Bengkulu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Kini status tersangka tersebut resmi naik satu tingkat menjadi terdakwa dan pastinya kasus tersebut akan segera bergulir ke persidangan.

Terdakwa Nurul Awaliyah saat diwawancarai usai menjalani pelimpahan tahap dua di Kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu, Jumat (2/8/2019) mengatakan sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, pihaknya akan mengikuti setiap proses dari kasus tersebut. Nurul Awaliyah juga mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan.

“Yang mungkin itu sekedar proses kita jalani, kita taat hukum. Saya merasa tidak pernah melakukan apa-apa. Tapi sudah proses bagian ini ya jalani saja. Kita kan mengikuti saja apa yang harus kita lakukan sebagai warga negara yang baik,” ucap Nurul Awaliyah.

Disaat itu juga kuasa hukum terdakwa yakni
Halim Perdana Kusuma mengatakan, ini merupakan pelimpahan dari penyidik Kejaksaan Penuntut Umum dan pihaknya akan membuktikannya di persidangan nantinya.

“Pasal 372 itu pemalsuan surat katanya kan, nah nanti di fakta persidangan lah kita ungkap itu. Ini surat yang disangkakan penipuan dan penggelapan itukan turunan dari 105 putusan Mahkamah Agung,” jelas Halim Perdana Kusuma.

Sementara itu, J Hutagaol SH, MH JPU Kejati Bengkulu mengatakan, terdakwa Nurul tidak ditahan jaksa.

“Ya kita melihat mereka pro aktif dan ibu rumah tangga. Ada permohonan dari keluarga dan penasehat hukumnya. Ini akan segera kita limpahkan ke Pengadilan untuk pemeriksaan di persidangan,” ungkap Hutagaol.

Dilansir sebelumnya, kronologis kasus ini adalah Dirut PT BMQ memberikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada terdakwa Nurul Awaliyah beserta surat kuasa penagihan kepada pihak lain. Akan tetapi ketika ditagih, uang itu diduga tidak pernah ada. Penagihan uang tersebut adalah salah satu dari bunyi perjanjian perdamaian di dalam putusan Mahkamah Agung terhadap PT BMQ. Atas kasus ini terdakwa terjerat pasal 372 dan atau 378 KUHP atas dugaan penipuan dan penggelapan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. [Anto]