PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terus menelusuri siapa aktor utama dalam kasus dugaan korupsi Peningkatan Jaringan Irigasi Air Cendam Bawah Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong dan untuk mengetahui aktor utamanya, tim penyidik terus gencar melakukan pemangilan saksi setelah kasus tersebut naik penyidikan dan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Marthin Luther saat diwawancarai di Kantor Kejati, Kamis (29/8/2019) mengatakan tim penyidik Kejati memanggil dan memeriksa tiga orang sebagai saksi baik dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Lebong, pihak pelaksana dan satu orang ahli terkait dengan kasus tersebut.

“Untuk pelaksana kontraktornya sementara ini belum dipanggil dan untuk audit kerugian negaranya kita akan meminta bantuan ahlinya yaitu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu,” jelas Marthin.

Seperti dilansir sebelumnya, pengerjaan proyek peningkatan jaringan irigasi Air Cendam Bawah Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong tersebut dikerjakan oleh PT Valse Citra Mandiri dan merupakan paket pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lebong yang murni menggunakan anggaran APBD Lebong tahun 2018 sebesar  2,9 miliar rupiah.

Dalam proyek tersebut Kejati menemukan perbutan-perbuatan curang serta indikasi korupsi karena menurut Kejati secara kasap mata jalur pembuangan dari irigasi tidak jelas, dan membuat banjir di bagian ujung irigasi. [Anto]