Aspidsus Kejati, Henri Nainggolan

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi Bengkulu melakukan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup Kabupaten Rejang Lebong, khususnya pada Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun anggaran 2017.

Data terhimpun, diduga pengadaan Alkes RSUD tersebut menggunakan sistem E-Katalog (e-Purchasing) yang menghabiskan anggaran APBD Kabupaten Rejang Lebong sebesar Rp17,2 Miliar. Dari sejumlah item barang yang dibeli pada pengadaan Alkes tersebut, yang cukup menonjol adalah pengadaan alat Radiologi Diagnostik yaitu Alat CT Scand.

Karena diduga anggaran untuk pembelian satu set alat tersebut menghabiskan dana sekitar Rp4,3 Miliar. Diduga pembelian alat CT Scan itu RSUD Curup mendapatkan Casback dari perusahaan yang nilainya cukup besar.

Diduga saat ini alat CT Scand sudah dioperasikan oleh pelayanan radiologi RSUD Curup, namun diduga penempatan alat tersebut tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pada penggunaan dan pengoperasian alat CT Scant yang seharusnya  alat itu perlu ruangan yang dirancang khusus agar tidak ada yang terdampak radiasi.

Aspidsus Kejati, Henri Nainggolan saat dikonfirmasi, Kamis (29/8/2019) membenarkan bahwa pihanya sedang melakukan penyelidikan pengadaan Alkes RSUD Curup Kabupaten Rejang Lebong.

“Iya benar saat ini masih dalam penyelidikan kita,” ucap Nainggolan.

Sementara itu, Sudirto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) usai diperiksa membenarkan bahwa kedatangannya di Kejati Bengkulu terkait pengadaan Alkes di RSUD Curup 2017 dengan dana sekira Rp16 miliar, dan dirinya sebagai PPK nya. Sudirto juga mengatakan banyak pertanyaan yang ditanyakan penyidik dan menurutnya pengadaan Alkes tersebut normal saja.

“Alatnya digunakan semua, kalau bersisa itu sekitar 100 sampai 200 kan biasa ya. Pemenang tendernya E-katalog. Saya baru pertama kali dipanggil,” kata Sudirto.

Pantauan pedomanbengkulu.com, selain PPK tim penyidik juga sudah memanggil sejumlah saksi lainnya salah satunya yaitu Direktur RSUD Curup Drg, Asep Setia Budiman.

Selain itu, saat ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu juga sedang menangani dua kasus dugaan korupsi yakni kasus Irigasi Cendam Bawah Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten yang statusnya penyidikan dan kasus proyek di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu yang statusnya penyelidikan. [Anto]