Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO

PedomanBengkulu.com Bengkulu — Hilangnya Patung Kuda di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu yang menjadi polemik antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kota Bengkulu akhirnya mendapat jawaban dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar Zo.

Iskandar menjelaskan secara detail bagaimana proses dari awal sampai proses pemindahan yang sempat membuat heboh masyarakat dan bertanya-tanya kemana pemindahan patung kuda tersebut dan akan diganti dengan patung baru apa?

Dijelaskan Iskandar pemindahan patung kuda nantinya akan diganti dengan monumen patung Fatmawati yang pembiayaanya langsung dari BUMN.

“Nanti patung Kuda akan diganti dengan Monumen Patung Fatmawati, Pembangunan Monumen patung Pahlawan Nasional Ibu Fatmawati adalah Pemerintah Pusat dalam hal ini dibiayai oleh Konsorsium BUMN di bawah koordinasi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Pembuatan patung ditunjuk oleh Kementerian BUMN yaitu pematung dari Bali I Nyoman Nuarta yang merupaka pematung kelas dunia,” ungkap Iskandar, Sabtu (10/8/2019).

Dijelaskan Iskandar sebelum Patung Kuda akan diganti dengan Patung Fatmawati sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan  sudah melakukan pembahasan secara bersama.

“Sebelum dilakukan pelaksanaan pembangunan monumen Pahlawan Nasional Ibu Fatmawati Soekarno telah dilakukan beberapa kali rapat koordinasi dengan Kementerian BUMN, Yayasan Fatmawati soekarno di Jakarta, Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Rapat Koordinasi juga diadakan di Bengkulu di Ruang Vip Bandara, Pemkot dihadiri Wawali Dedi Wahyudi, Pak Maulana Singadekane dan rombongan dari Yayasan Fatmawati Jakarta, Gubernur Bengkulu, dan Pinca BTN Bengkulu perwakilan BUMN. Pada saat itu telah membahas secara detail rencana ini, artinya koordinasi berjalan lancar, bahkan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan telah mengeluarkan surat persetujuan pembangunan monumen fatmawati ini secara tertulis melalui surat walikota no. 600/184/B.VII tanggal 20-Mei-2019,” jelas Iskandar.

Dijelaskan Iskandar mengenai adanya statmen dari berbagai pihak terkait tidak adanya koordinasi ditepis, Iskandar mengatakan, sudah melakukan komunikasi secara prosedural.

“Untuk persetujuan DPRD Kota Bengkulu dalam pembangunan Monumen ini, kami rasa dengan surat persetujuan Walikota tersebut sudah jelas, tinggal Walikota berkomunikasi dengan DPRD Kota Bengkulu karena menyangkut barang milik daerah yg di biaya APBD Kota zaman Walikota A. Chalik Effendi dan Ahmad Kanedy sebagai Wawali. Atau Walikota Helmi Hasan telah membaca pasal 331 ayat 1&2 Permendagri no. 19 Tahun 2016 tentang pedoman penggelolaan barang milik daerah, tidak memerlukan persetujuan DPRD karena nilai patung kuda itu dibawah 5 Miliyar,” papar Iskandar secara detail.

Mengenai pemindahan dan pembangunan patung Fatmawati sepenuhnya dilakukan Yayasan Fatmawati dan Kementerian BUMN.

“Yang memindahkan patung kuda simpang 5 ke Betungan dari Yayasan Fatmawati Soekarno Jakarta dan Kementerian BUMN, karena mereka yg membiayai pembangunan monumen Ibu Fatmawati tersebut. Pemprov Bengkulu akan menerima dan memelihara kalau sudah jadi nanti,” tutup Iskandar. [Yusuf]