PedomanBengkulu.com Bengkulu — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bengkulu menggelar Sosialisasi Agroklimatologi di Hotel Grage Horizon Bengkulu, Selasa (6/8/2019).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 26 peserta penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu.

Kepala BMKG Bengkulu Kukuh Ribudiyanto menyampaikan kegiatan sosialisasi tersebut sebagai upaya mendorong agribisnis yang mandiri agar petani paham iklim saat akan melakukan penanaman.

“Tujuan kegiatan ini untuk mendorong agribisnis yang mandiri dan petani paham faktor-faktor cuaca dan iklim saat akan bercocok tanam. Nanti para penyuluh pertanian dapat menyampaikan kepada petani mengenai kapan harus menanam sesuai prediksi cuaca dan iklim agar hasil produksi maksimal,” jelas Kukuh Ribudiyanto.

Sekretaris Utama BMKG Pusat Dwi Budi Sutrisno mengatakan, SLI penunjang ketahanan pangan akibat iklim, isu sentral terkait pemanasan global dan perubahan iklim.

“SLI diharapkan nanti dapat menunjang ketahanan pangan akibat iklim, isu sentral terkait pemanasan global dan perubahan iklim. Sebagai lembaga pemantau kami berkewajiban menyampaikan kepada masyarakat secara luas terkait iklim dan cuaca. Tahun 2019, bersama semua pihak perlu menyikapi menghadapi tantangan iklim ekstrim melibatkan 36 lembaga, seluruh provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Dwi Budi Sutrisno dalam sambutannya.

Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti yang hadir dan membuka secara resmi Sekolah Lapangan Iklim (SLI), Sosialisasi Agroklimat, Penandatanganan MoU dengan Stakeholder BMKG dan Peresmian Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BMKG Bengkulu

“Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Pelayanan dan informasi cuaca dan iklim terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan dengan memberikan pemahaman bagi petani memilih waktu yang tepat bercocok tanam sangatlah penting,” jelas Nopian Andusti mengawali sambutannya.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat mendukung langkah-langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani dapat menentukan kapan bercocok tanam dan apa yang sesuai ditanam. Bagaimana kita mengkoneksikan ilmu iklim dengan ilmu pertanian,” kata Nopian andusti.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan Mou BMKG bersama Stakeholder terkait informasi dan pelayanan iklim dan cuaca di Provinsi Bengkulu. [Yusuf]