Pedomanbengkulu.com, Bengkulu – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Bengkulu mengadakan tadarus kebangsaan bersama santri Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, Jalan Rinjani Kelurahan Jembatan Kecil Kecamatan Gading Cempaka, Jumat (16/8/2019). Tadarus kebangsaan di gelar di masjid pesantren dan diikuti puluhan santri dengan mengusung tema “mewujudkan semangat proklamasi dalam era industri 4.0 demi Indonesia maju”.

Tadarus kebangsaan, dihadiri oleh Sekretaris PWNU Bengkulu Dr Zebaedi sekaligus menjadi narasumber. Selain itu hadir juga sebagai narasumber adalah Kasiren Korem 041 Gamas, Letkol Inf Fathkul Zuhdi dan Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, pengurus PW IKA PMII dan pengurus Pondok Pesantren Pancasila.

Mewakili Ketua IKA PMII Iqbal Zaelani mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI ke-74 tahun 2019. “Dengan semangat proklamasi dan semangat pancasila, mari kita dukung keberlangsungan pembangunan di Bengkulu,” kata Iqbal.

Kepala Kesbangpol Khairil Anwar menyampaikan hal senada, menurutnya, saat ini memasuki era industri 4.0, semua instrumen kehidupan terhubung dengan internet. Untuk itu, dibutuhkan kesiapan generasi menghadapinya serta menyiapkan segala sesuatunya.

“Penjajahan tidak lagi melalui agresi militer, namun melalui pola pikir, untuk itu, generasi PMII dan santri diharapkan menjadi benteng dari ancaman penjajahan pola pikir,” kata Khairil Anwar.

Kemudian dalam penjelasannya, Kasiren Korem 041 Gamas, Letkol Inf Fathkul Zuhdi mengatakan bahwa, apapun keadaan zaman saat ini, tidak akan merubah ideologi Pancasila. Diharapkan semua lapisan masyarakat untuk pantang menyerah dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Semangat perjuangan para pahlawan harus selalu dikobarkan sehingga Indonesia dapat maju seperti negara lainnya.

Selanjutnya perwakilan PWNU Provinsi Bengkulu, Dr Zubaidi mengatakan bahwa, pada era industri 4.0 diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat berhati-hati dalam mencari informasi di dunia maya, karena banyak pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja menyebarkan informasi palsu sehingga menyebabkan perpecahan ditengah masyarakat.

Kegiatan tersebut telah dihadiri oleh Direktur Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu, K.H. Suhaimi, Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, Perwakilan PWNU Provinsi Bengkulu, Dr. Zubaidi, Kasie Kehumasan Dinas Kominfo dan Persandian Kota Bengkulu, Nugroho Tri Putra, Kasiren Korem 041 Gamas, Letkol Inf Fathkul Zuhdi, IKA PMII Bengkulu, Iqbal, Ketua GMNI Bengkulu, Rigen Sudrajat, dan sekitar 100 orang tamu lainnya yang terdiri dari perwakilan OSIS SMA se-Kota Bengkulu, karang taruna se-Kota Bengkulu dan santri Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu. [AM]