Idul Adha adalah hari raya umat muslim termeriah setelah hari raya Idil Fitri. Idul Adha diperingati setiap tahunnya oleh seluruh muslim yang ada dunia.

Idul kurban ini ialah moment dimana umat muslim memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim yang dengan ikhlas mengorbankan putranya nabi Ismail karena perintah Allah ta’ala.

Ketika kita ridho untuk menaati perintah Allah ta’ala berkurban ikhlas maka akan Allah gantikan dengan hal yang lebih baik lagi InsyaaAllah.

Selayaknya dari diri kita dan lingkungan sekitar, seharusnya kita mulai untuk berfikir berkurban, jikalau belum mampu berkurban hewan kurban setidaknya kita kurbankan tenaga dan waktu untuk membantu panitia kurban.

“Sebagaimana nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk bisa berkurban dan ikhlas karena Allah semata,” kata Ketua Barusan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Bengkulu, Dempo Xler.

Saat ini banyak terjadi bukan semangat qurban tapi malah mental kupon qurban. Penyakit tahunan musim lebaran qurban ini harus kita perbaiki. Sering terjadi di sekitar kita banyak pihak bertanya dan meminta kupon qurban.

Mental kupon ini harus kita ubah menjadi berkurban. Karena nabi kita mengajarkan memberi lebih baik daripada menerima.

Mari kita mengajak setiap muslim untuk terpacu punya niat dan mentalitas iman berkurban agar kita sebagai umat bisa menjadi tauladan umat minimal tauladan di sekitar kita.

Jika masyarakat kita sudah terbentuk mental kurban dan terbisa berkurban maka membangun dan mewujudkan masyarakat religius dan bahagia menjadi hal yang sangat mudah.

Semangat kurban ini melahirkan semangat saling mengasihi, semangat bergotong royong, semangat berjuang untuk peradaban. Semangat kurban ini melahirkan semangat keyakinan bahwa Allah akan menurunkan keberkahan kepada umat yang yakin dengan janjinya.

Selepas hari raya kurban ini semoga kita tetap semangat untuk berkurban. Coba bayangkan jika 10.000.000 umat muslim indonesia setiap tahun melaksanakan qurban masing2 satu ekor kambing. Maka akan ada jual beli 10.000.000 ekor kambing. Satu kambing seharga Rp2.000.000 maka akan ada Rp20.000.000.000.000 uang yang berputar. Itu baru kambing, Jika setiap orang membeli kambing kepada peternak kambing lokal maka peternak kambing pun akan bangkit ekonominya.

Itu baru transaksi Kambing, selain Kambing pasti akan ada transaksi beras, transaksi bumbu, transak garam (akan ada 10.000.000 muslim membeli garam) Jika semangat qurban ini juga kita terapkan dalam pembangunan daerah dan nasional maka luar biasa dahsyatnya. Saya yakin kita tidak akan tergantung dengan ekonomi asing dan aseng.

“Semoga ikhtiar kecil kita bisa menjadi investasi iman, investasi mental, investasi kebahagiaan untuk anak cucu kita nanti,” tutup Dempo. [DP]