PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Polemik SDN 62 Kota Bengkulu tampaknya belum menemukan titik terang. Pasalnya, pasca puluhan wali murid menggelar unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bengkulu dan meminta agar persoalan SDN 62 dengan ahli waris di selesaikan, baru saja giliran puluhan siswa SDN 62 yang menggelar unjuk rasa di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, dan meminta Walikota Helmi Hasan mengembalikan sekolahnya agar proses belajar mereka kembali berjalan lancar, Jumat (23/8/2019).

“Pak Presiden kami minta sekolah kami dibalikkan lagi, kalau kami mau ujian masa kami ujian di jalan seperti anak gembel, kami gak mau. Tolong kembalikan sekolah kami lagi. Pak Wali Kota bayarlah sekolah kami,” teriak siswa kelas 6 SDN 62 Kota Bengkulu.

Ironisnya, selain melakukan unjuk rasa puluhan siswa SDN 62 bersama wali murid menggalang dana di Simpang Lima Ratu Samban meminta sumbangan kepada para penggendara yang melintas untuk membantu Pemerintah Kota Bengkulu membayar ganti rugi kepada ahli waris lahan SDN 62 Kota Bengkulu.

“Ini tanda protes terhadap pemerintah terutama Helmi Hasan yang tidak menggubris permintaan permohonan kami sebagai wali murid agar pendidikannya dikembalikan lagi di SDN 62 Kota Bengkulu,” kata Ujang Sayidana selaku wali murid sekaligus koordinator aksi.

Sementara itu, melalui Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu Bujang HR, mengatakan kebijakan relokasi diakui sebagai keputusan yang terbaik.

“Namun, wali murid dan siswa menolak kebijakan yang merelokasikan lokasi belajar ke SDN 51 dan SDN 59 Kota Bengkulu,” kata Bujang.

Diketahui polemik SDN 62 sudah berlangsung lama dan sampai saat ini belum menemukan titik terang untuk kenyamanan proses belajar mengajar para siswa. [Anto]