PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Di bawah pimpinan Emilwan Ridwan SH.MH, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu tidak henti-hentinya berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Teranyar, Kejari Bengkulu mencetuskan pelayanan baru yang unik yaitu bagi para suami yang menikah lagi tanpa izin resmi dari istri sahnya, maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan oleh Kejari Bengkulu.

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH.MH saat dikonfirmasi, Sabtu (10/8/2019) mengatakan, sesuai Undang Undang Nomor 16 tahun 2004 tentang Tugas dan Wewenang Jaksa, diantaranya dalam bidang data, jaksa dapat bertindak sebagai kuasa khusus untuk membatalkan sebuah perkawinan yang melanggar hukum negara dan hukum agama.

Sebagai langkah konkrit dari hal tersebut, saat ini Kejaksaan Negeri Bengkulu telah membuka pelayanan hukum perdata bagi masyarakat umum yang merasa dirinya dirugikan dalam sebuah perkawinan yang tidak sesuai hukum dan norma agama.

“Ini yang kita lakukan adalah untuk melindungi kepentingan terutama pihak yang lemah. Kalau menikah lagi tanpa izin bisa mengkonsultasikan sama kita. Kita buka layanan itu, dan memang jaksa bisa mewakili kepentingan itu dalam hal membatalkan suatu perkawinan. Tapi tentunya ada prosedur,” ungkap Emilwan.

Diterangkan Emilwan Ridwan, pelayanan baru tersebut bukan hanya mengenai suami yang nikah lagi tanpa izin resmi dari istri pertama saja yang bisa dibatalkan perkawinannya, melainkan perkawinan dibawah umur dan perkawinan sesama jenis juga dapat dibatalkan oleh Kejaksaan melalui proses persidangan.

“Ini masyarakat bisa saja meminta pendapat hukum, pertimbangan hukum. Kita sebagai lembaga pemerintahan tentunya punya kewajiban untuk menyampaikan hak-hak masyarakat yang terlanggar dan itu perlu kita sampaikan,” terang Emilwan. [Anto]