Hari Raya Idul Adha jatuh pada Minggu (11/8/2019) atau tepatnya pada 10 Dzulhijjah 1440 H.

Hari Raya Idul Adha juga identik dengan Hari Raya Kurban.

Perintah berkurban berlaku bagi setiap muslim yang mampu dan dilaksanakan sekali dalam setahun, yaitu pada Hari Raya Idul Adha.

Sedangkan tujuan berkurban untuk mendekatkan diri, mengabdi, dan beribadah kepada Allah SWT.

Lalu bagaimana syarat dan tata cara pemotongan hewan kurban?

Pertama, Syarat Hewan Kurban

1. Jenis Hewan Kurban
Syarat hewan kurban yang pertama adalah jenis hewannya harus binatang ternak yakni unta, sapi, kambing, dan domba, yang bisa dijadikan pilihan sebagai hewan kurban.

2. Usia Hewan Kurban
Usia hewan kurban harus mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at. Usia hewan ternak yang boleh dijadikan hewan kurban adalah:

-Unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6
– Sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3
– Domba berusia 1 tahun atau minimal berusia 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba berusia 1 tahun. Sedangkan kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2

3. Sehat Tanpa Cacat
Rasulullah SAW menetapkan beberapa hal yang tak boleh dialami oleh hewan yang akan dikurbankan supaya memenuhi syarat hewan kurban, jangan memilih hewan yang buta sebelah, sakit, pincang, sangat kurus dan tidak mempunyai sumsum tulang. Pilihlah hewan kurban yang sehat.

4. Bukan Milik Orang Lain
Tidak sah hukumnya berkurban dengan hewan gadai (milik orang lain) atau pun hewan warisan. Apalagi Hewan kurban yang didapat dari hasil mencuri milik orang lain.

Kedua, Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Cara yang baik penyembelihan hewan kurban adalah dengan merobohkan hewan secara perlahan. Cara ini dianjurkan untuk menghindari cedera patah kaki ataupun bagian yang lain. Dengan begitu, hewan kurban dapat secara halal dikurbankan karena memenuhi syarat tidak cacat.

Salah satu metode perobohan hewan yang dianjurkan adalah metode Burley. Teknik ini hanya membutuhkan tali sepanjang 15 meter. Kelebihannya, tidak menekan thoraks sehingga tidak mengganggu kerja jantung atau paru-paru, tidak membahayakan alat kelamin atau pembuluh darah hewan kurban tersebut.

Kurban yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah.

Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Mengingat banyaknya ditemukan kasus penganiayaan dan perlakuan terhadap hewan kurban yang tidak manusiawi, pemerintah telah menetapkan pasal tentang penganiayaan hewan.

Sedangkan, seseorang yang menganiaya hewan dapat dilaporkan ke pihak yang berwajib berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014, perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 terdapat penambahan pasal 66A.

Mario Sekolah Jurnalistik Angkatan ke-II