PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tersangka dugaan pembunuhan Sukirman Warga Padang Burnai Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yakni Iryan Pratama terancan hukuman 15 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkulu Dedy Abdurrachman SH, seusai menerima pelimpahan berkas perkara tersebut dari penyidik Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu, Senin (5/8/2019).

“Kini dia (tersangka) resmi terdakwa setelah dilimpahkan kesini (JPU). Pasal yang disangkakan 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Dedy.

Ditambahkan Dedy, dalam pemeriksaan terdakwa mengakui bahwa dirinya telah menujah korban dengan menggunakan pisau berulang-ulang kali, sehingga menyebankan kematian.

“Itu kejadian spontan yang diawali perkelahian antara korban dan terdakwa, kalau perencanaan sendiri tidak sampai kesitu. Pisau yang digunakan terdakwa didapat sudah ada di penggilingan jagung,” ungkap Dedy.

Seperti diketahui sebelumnya tindak pembunuhan ini terjadi di gudang Penggilingan Jagung di Jalan Hibrida 13 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Kejadian ini berawal saat tersangka dan korban bersama saksi berada di gudang Penggilingan Jagung, pada saat itu tersangka kehilangan motor dan pelaku curiga kalau korban yang telah mengambil sepeda motor miliknya tersebut.

Kemudian, tersangka meminta korban untuk mengembalikan sepeda motornya dengan berkata “Supir balikkanlah motor aku tuh” kemudian korban menjawab “Kau nuduh aku ya” lantaran diduga korban tersinggung dengan ucapan tuduhan tersangka, korban lantas berdiri dan mendekati tersangka kemudian langsung memukul wajah tersangka.

Tersangka membalas pukulan korban namun korban menghindar, setelah itu tersangka menendang korban hingga korban terjatuh, saat itu juga tersangka mengambil pisau yang berada dekat pintu gudang penggilingan jagung dengan menggunakan tangan kanannya tersangka berdiri mengangkat pisau lalu mengarahkan pisau tersebut kearah korban dan menusuk punggung korban sebelah kanan.

Setelah itu korban dan tersangka masih berkelahi dan korban masih melakukan perlawanan dengan cara memukul pelaku sehingga pelaku semakin nekad dan menusuk korban dibagian punggung, bagian bahu sehingga korban kelihatan lemas dan terlentang dilantai.

Pada saat korban terlentang dilantai kemudian pelaku menendang dan menginjak paha korban sambil berkata “Ngakulah siapa yang ngambil motor aku” kemudian korban menjawab “Ya aku suruh (red) ngambil motor kamu”. Setelah itu tersangka pergi meninggalkan korban.

Diketahui, dalam kasus ini terdakwa memiliki itikad baik yaitu menyerahkan diri ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. [Anto]