Anggota DPD RI Riri Damayanti John K. Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sampah merupakan masalah pelik yang sangat sering dijumpai di lingkungan pemukiman penduduk terutama di kota-kota. Sampah menimbulkan berbagai macam problematika kehidupan mulai dari potensi sumber penyakit, banjir dan lain sebagainya.

Banyak Pemerintah Daerah telah membuat aturan khusus terkait permasalahan sampah ini dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Hal ini sangat beralasan dimana sampah dalam jumlah besar yang dibuang di saluran air dapat menyebabkan banjir.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan bahwa tertib membuang sampah itu sangat diperlukan, sebab membuang sampah pada tempatnya adalah bagian dari cinta kita terhadap lingkungan.

“Membuang sampah pada tempatnya, adalah kewajiban kita. Kalau sampah itu dibuang pada tempanya, kan menjadi bersih. Kalau Bengkulu bersih, wisatawan jadi enak datang ke daerah kita. Wisata Bengkulu nggak akan pernah berhasil kalau kita nggak mampu mengatasi masalah sampah,” tutur Riri Damayanti kepada media, Jumat (2/8/2019).

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana BKKBN Provinsi Bengkulu ini mengatakan dengan membuang sampah pada tempatnya, seseorang sudah menyelamatkan orang lain.

“Sampah sekecil apapun, kalau dia menyumbat saluran air, pasti banjir. Apalagi kalau sampahnya dalam jumlah besar. Saya mendapat laporan bahwa banjir di Bengkulu selain karena masalah lingkungan di hulu sungai, juga karena banyaknya sampah rumah tangga yang mencemari sungai,” kata Riri Damayanti.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini juga mengatakan, diperlukan revolusi mental untuk mengukuhkan hati masyarakat agar dapat mencintai lingkungan membuang sampah pada tempatnya.

“Dengan membuang sampah, berarti kita sudah cinta terhadap lingkungan. Dengan cinta lingkungan berarti cinta kepada alam. Dengan cinta kepada alam maka kita menyelamatkan bumi. Dengan menyelamatkan bumi maka kita meminimalisir bencana yang mungkin akan ada,” papar Riri Damayanti.

Untuk itu, perempuan yang mendapat gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini, mengatakan bahwa budaya gotong royong yang sudah tertanam di poin-poin penting Pancasila itu dapat diwujudkan dengan gerakan yang real untuk mengurangi sampah yang ada di Bengkulu.

“Kalau budaya gotong royong di wujudkan dengan gerakan setiap 1 orang memungut sampah 1 serta membuang sampah pada tempatnya, maka Bengkulu akan terbebas dari sampah,” tutup Riri Damayanti. [Medi Muamar]