Tampak rapat bersama PMD Sos Lebong dengan Bank BRI selaku Bank penyalur BPNT terkait persiapan EDC dan Kartu BPNT

Pedoman Bengkulu.com, Lebong – Sejumlah persiapan pelaksanaan transformasi bantuan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kabupaten Lebong saat ini masih menunggu surat keputusan (SK) penetapan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Berdasarkan surat edaran terbaru dari Kemensos RI bakal disampaikan September 2019.

“Transformasi Rastra ke BPNT memang awalnya kita targetkan bisa direalisasikan Agustus 2019 ini. Tapi kita masih harus menunggu SK Kemensos RI terkait data penerima, karena penetapannya memang dari Kementerian, infonya September besok,” sampai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMD Sos) Kabupaten Lebong, Reko Heryanto S.Sos M.Si melalui Kabid Sosial, Jimmi Tri Susilo S.STP saat dikonfirmasi Rabu siang (21/8/2019).

Dikatakan Jimmi, untuk Kabupaten Lebong sendiri sebelumnya ada sebanyak 7.468 KPM Rastra. Namun terkait apakah akan tetap atau berkurang jumlah KPM tersebut, pihaknya belum bisa memastikan. Karena seluruh data penerima itu langsung ditetapkan Kemensos RI dan disampaikan ke pihak bank penyalur dan langsung untuk dilakukan pencetakan kartu BPNT.

“Sebelumnya kami sudah lakukan verifikasi dan validasi data KPM Rastra, melalui data by name by address (BNBA). Bukan hanya KPM Rastra saja, tapi juga untuk penerima Bansos PKH dan Bansos-Bansos lainnya. Setelah dimasukkan dalam data terpadu, maka Kemensos akan melakukan penilaian dan perengkingan untuk penetapan data penerima Bansos selanjutnya,” bebernya.

Sementara untuk Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong), lanjut Jimi, yang akan ditunjuk sebagai pelaksana program BPNT itu akan dibagi perwilayahnya. Sedangkan untuk pengadaan mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk memudahkan transaksi bagi KPM BPNT di E-Warong, itu langsung dari Bank penyalur.

“Untuk Lebong sendiri bank penyalur adalah BRI, maka untuk pengadaan dan pembagian mesin EDC nantinya akan langsung dilaksanakan BRI,” tutupnya. [Supriyadi]