PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu belum lama ini mengajukan permohonan untuk pemanfaatan barang bukti kendaraan hasil sitaan dari tindak pidana ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Usulan pemanfaatan barang bukti kendaraan yang diajukan Kejari tersebut akhirnya di akomodir oleh Kejagung RI.

Baca: Kejari Kantongi Nama Bakal Tersangka Kasus Penyimpangan Aset Pemkot

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan, SH.MH saat dikonfirmasi, Sabtu (10/8/2019) mengatakan, usulan yang diakomodir tersebut yaitu satu kendaraan roda empat mobil jenis Xenia dan empat kendaraan sepeda motor. Pengusulan pemanfaatan barangbukti untuk kebutuhan kantor tersebut tentunya sebagai langkah agar pelayanan terhadap masyarakat lebih optimal. Selain itu, melalui trobosan ini Kejari tidak bergantung lagi dengan pengajuan barang kebutuhan milik negara kepada pimpinan.

“Alhamdulillah semua yang kita ajukan disetujui, pemanfaatan barang bukti ini juga sudah disetujui Kementrian Keuangan. Jadi tidak harus meminta, tapi barang bukti rampasan bisa kita manfaatkan untuk kepentingan kantor sendiri. Jadi tidak membebani negara,” kata Emilwan.

Baca juga: Kejari Amankan Sejumlah Dokumen dari Kantor Lurah Bentiring

Pengusulan tersebut, kata Emilwan, tentunya juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi kantor yakni kondisi yang ada kebutuhan akan kendaraan yang memang sangat penting, berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat seperti antar surat, antar barang bukti. Tentunya ini perlu mobilitas yang tinggi.

Baca ini: Usai Kantor Lurah, Kejari Geledah Kantor Camat Muara Bangkahulu

“Sehingga atas dasar itu kita meminta untuk dibantu pemanfaatan barang tersebut dan ini sangat bermanfaat. Jadi kendaraan ini berasal dari perkara-perkara tindak pidana, ada yang terkait tindak pidana BBM dan beberapa tindal pidana lainnya,” ucap Emilwan. [Anto]