PedomanBengkulu.com, Lebong – Bupati Lebong H.Rojonsyah S.Ip M.Si didesak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, terkait kinerja pejabat dalam lingkup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong. Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Lebong, Wawan Fernandez SH MKn.

Menurut Wabup, hal tersebut diperlukan setelah melihat kinerja para pejabat di OPD tersebut, tidak mampu mewujudkan 16 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebong. Terutama dalam menekankan angka kemiskinan yang masih tinggi di daerah itu.

“Saya usulkan ke Bupati Lebong untuk segera dilakukan penyegaran dan evaluasi sejumlah pejabat di Bappeda,” tegas Wawan.

Dikatakan Wawan, hal tersebut diperlukan karena setiap progres RKA tidak mencerminkan pencapaian 16 program prioritas yang sudah ada dalam RPJMD 2016-2021. Bappeda yang juga tergabung dalam TPAD, harusnya memperhatikan apa yang menjadi keinginan dan janji kepada masyarakat Lebong. Tapi sejauh ini, dirinya melihat OPD ini belum maksimal dalam merealisasikannya.

“Karena setiap program Pemkab Lebong itu selalu dimulai dari perencanaan. Baik buruknya suatu program, pastinya didahului perencanaan awalnya,” ungkap Wawan kepada PedomanBengkulu.com Senin sore (16/9/19).

Ditegaskan Wawan, selain belum maksimal soal 16 program prioritas, dalam dua tahun terakhir proyeksi pendapatan Pemkab Lebong dalam APBD Lebong juga selalu defisit, bahkan APBD Lebong tahun 2019 hingga pertengahan tahun, justru belum mencapai target seperti yang diharapkan. Akibatnya, sejumlah belanja Pemkab yang tersebar dan sudah dikerjakan di semua OPD terancam tidak bisa dibayarkan.

“Setiap tahun selalu adanya penundaan pembayaran kegiatan. Kalau dibiarkan, kemungkinan ini akan berlanjut pada program tahun 2020,” ujarnya.

Selain itu, Wawan juga mengkhawatirkan pencapaian program pengentasan kemiskinan, tidak akan terwujud maksimal hingga masa jabatan mereka berakhir.

“Tidak ada pemikiran serius pada program-program pemberdayaan masyarakat. Ini kan aneh,” ketusnya. [Supriyadi]