Tampak ratusan mahasiswa UNIB menggelar aksi simpatik Kabut Asap di Simpang Lima, Selasa (17/9/2019)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Ratusan massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Muda (BEM) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) se-UNIB menggelar unjuk rasa aksi simpatik bentuk kepedulian terhadap suasana asap yang terjadi di Riau di  Simpang Lima Kelurahan Anggut atas Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Selasa (17/9/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Pantauan pedomanbengkulu.com, pada pukul 13.40 WIB massa merapatkan barisan, membentangkan spanduk dan pamplet. Kemudian massa melakukan Long mars sambil berorasi menuju Simpang Lima Ratu Samban Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, sesampainya di lokasi massa melanjutkan orasinya dan melakukan penggalangan dana peduli rakyat terdampak asap dengan pengendara yang ada di sekitaran lokasi aksi tersebut.

Dalam aksinya massa membawa beberapa alat peraga yaitu 1 unit Mobil komando + sound sitem, 2 Buah Bendera Merah Putih, 2 buah spanduk yang bertuliskan, Indonesia semakin terkenal bukan karena prestasi, namun karna ekspor asap ke luar Negeri dan Indonesia darurat asap, pejabat makan suap konglomerat makan enak, rakyat makan asap.

Serta 20 buah pamplet karton yang bertuliskan, banyak asap, jodoh semakin tak terlihat, kami rindu udara segar bukan asap tebal, asap di mana-mana presidennya ke mana, pejabat makan suap, rakyat makan asap, jangan pura-pura tutup mata.

Koordinator Lapangan Aksi, M Fauzan Hanif, mengatakan, maksud dan tujuan aksi BEM dan ORMAWA Universitas Bengkulu ini merupakan bentuk kepedulian terhadap suasana asap yang terjadi di Riau. Aksi damai bertemakan Indonesia Darurat Asap tersebut meminta kepada pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang berdampak pada kabut asap tebal yang membahayakan kesehatan masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian Bengkulu terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan karena dampak dari kebakaran hutan tersebut menyebabkan kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat,” jelas M.Fauzan Hanif.

Sekira Pukul 15.00 WIB aksi unjuk rasa damai berbentuk simpatik yang dilakukan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Bengkulu selesai dan massa membubarkan diri dalam keadaan aman dan tertib. [Anto]