PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dengan dilakukan pembaruan pada aplikasi e-Dabu menjadi versi 4.2, BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu melakukan sosialisasi aplikasi tersebut kepada PIC badan usaha di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (12/09). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Adian Fitria mengatakan bahwa badan usaha merupakan salah satu segmen kepesertaan JKN-KIS yang sangat membantu dalam keberlangsungan program strategis nasional ini.

“Program JKN-KIS sudah berjalan hampir sudah 6 tahun, tentunya program ini berjalan berdasarkan implementasi dari undang-undang, di mana setiap penduduk berhak mendapatkan jaminan kesehatan. Segmen PPU dalam hal ini badan usaha sangat penting dalam keberlangsungan program ini. Tentunya efektif dan keberlangsungan program ini bergantung kepada PIC badan usaha dalam mendaftarkan seluruh pegawainya sesuai gaji yang sebenarnya,” ujar Adian.

Adian menambahkan BPJS Kesehatan selalu berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada badan usaha salah satunya melalui aplikasi e-Dabu 4.2 Menurutnya, aplikasi tersebut senantiasa diperbarui untuk mempermudah pekerjaan badan usaha dalam mendata dan mendaftarkan pekerjanya ke Program JKN-KIS.

“Dengan versi 4.2 badan usaha makin mudah dalam penginputan data karyawan yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta segmen PBI atau peserta mandiri menunggak. Harapan kami juga agar melalui aplikasi e-Dabu ini badan usaha dapat kian praktis mendaftarkan pegawainya sehingga hak-hak dari pekerja dapat diakomodir,” tambah Adian.

Sementara Susi Roseta selaku perwakilan dari PTSP Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa di dalam syarat membuat izin berusaha sekarang harus melalui aplikasi One Single Submission (OSS). Dalam aplikasi tersebut kepesertaan JKN-KIS menjadi salah satu persyaratannya.

“Dalam mendirikan usaha, pelaku usaha wajib mempunyai nomor induk berusaha yang hanya dapat diambil melalui aplikasi OSS. Dalam aplikasi ini nantinya akan dapat terdeteksi banyak hal seperti kewajiban badan usaha untuk menyelesaikan pajak dan BPJS kesehatan, yang apabila belum diselesaikan maka sistem tidak dapat dilanjutkan,” jelas Susi.[Rls]