PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Curup yang menaungi empat Kabupaten yakni Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Utara, melayani sebanyak 401.210 kepesertaan jaminan kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik yang dibiayai APBN maupun APBD. Sedangkan untuk kepesertaan mandiri baru diikuti 178.196 peserta. Diungkapkan Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Curup, Syafrudin Imam Negara melalui Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Ahmad Saibul Wafa kepesertaan PBI masuk dalam pelayanan kelas tiga.

“Sejauh ini untuk pembayaran iuran PBI ini tidak ada masalah, karena sudah dibayar langsung oleh masing-masing Pemda dan pemerintah pusat, besaran iuran bagi PBI yakni Rp 23.000. Rata-rata pemerintah daerah melakukan pembayaran selama setahun setelah APBD masing-masing disahkan,” ujar Ahmad.

Adapun jumlah peserta BPJS PBI ini, untuk masing-masing kabupaten yakni Kabupaten Rejang Lebong yang dibiayai melalui APBD sebanyak 25.357 sedangkan yang dibiayai APBN sebanyak 110.899 peserta, untuk Kabupaten Lebong 31.237 peserta dibiayai APBD dan 34.291 peserta dibiayai Pemerintah Pusat, Kabupaten Kepahiang peserta yang dibiayai melalui APBD sebanyak 14.482 peserta dan 50.600 peserta dibiayai pemerintah pusat. Untuk Kabupaten Bengkulu Utara, Peserta yang dibiayai APBD sebanyak 5.392 peserta dan yang dibiayai pemerintah pusat 128.952 peserta

“Kepesertaan mandiri untuk empat kabupaten, baik yang kelas I, kelas II, dan Kelas III tercatat baru diikuti 178.196 peserta,” kata Ahmad.

Ditambahkan Ahmad, untuk tunggakan iuran BPJS dari peserta, hingga bulan Agustus 2019 tercatat senilai Rp 34 miliar 240 juta lebih. Tunggakan terbesar terjadi di peserta BPJS pemegang kartu kelas III yakni sebesar Rp18 miliar 824 juta lebih diikuti peserta kelas II dengan nilai tunggakan Rp 8 miliar 932 juta lebih. Untuk kelas I nilai tunggakan peserta sebesar Rp 6 miliar 483 juta.

“Jumlah peserta BPJS kesehatan yang menunggak ini sebanyak 67.024 peserta terdiri dari 51.704 peserta kelas III,  10.707 peserta kelas II dan 4.613 peserta kelas I. Upaya yang kita lakukan agar peserta BPJS ini mebayar tunggakan yakni dengan menghubungi peserta melalui telepon maupun meminta pihak pemerintah setempat, hingga setingkat camat dan kepala desa agar warganya aktif membayar,” pungkas Ahmad.[Julkifli Sembiring]