PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Musim kemarau yang terjadi belakangan ini tampaknya menjadi kondisi terberat bagi petugas pemadam kebakaran Rejang Lebong. Tercatat dari akhir Juli 2019 hingga pertengahan September 2019 telah terjadi kebakaran sebanyak 20 kali, bahkan peristiwa kebakaran lahan terakhir terjadi, Senin (16/9/2019). Diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong, H Sumardi peristiwa kebakaran ini paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Padang Ulak Tandi (PUT) yakni 10 kasus, disusul kecamatan Kota Padang Bermani Ulu Raya, Binduriang, Curup Timur dan Curup Utara

“Luas lahan yang terbakar selama kurang lebih 2 bulan ini mencapai 16,5 hektare, 2 hektare di antaranya adalah kebun karet masyarakat. Akibat kejadian kebakaran lahan ini kerugian mencapai ratusan juta,” kata Sumardi.

Sumardi menghimbau masyarakat agar segera melapor ke pihak terkait, baik Polsek, Koramil, Camat ataupun langsung ke Dinas Pemadam Kebakaran ketika terjadi kebakaran.

“Kalau masyarakat lebih cepat melapor, mudah-mudahan kita langsung bisa turun ke lokasi agar kebakaran tidak membesar,” kata Sumardi.

Sumardi juga meminta masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Kondisi kemarau yang terjadi sekarang ini memang cukup rentan terjadi kebakaran. Untuk itu kita minta agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Untuk pembakaran sampah juga harus lebih hati-hati, apalagi kalau pembakaran dilakukan tanpa pengawasan karena ada bebeberapa kejadian yang kita tangani berawal dari pembakaran sampah namun akhirnya menimbulkan kebakaran yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas ke pemukiman,” kata Sumardi. [Julkifli Sembiring]