PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong mendorong petani aren agar menambah luasan lahan mereka. Diungkapkan Kabid Perkebunan M Yusuf, harga jual gula merah yang merupakan hasil olahan air aren cukup stabil kisaran Rp 14 ribu serta pangsa pasar juga masih cukup luas.

“Pengembangan lahan aren ini masih memungkinkan, apalagi penanaman bisa dilakukan di lahan yang kurang produktif. Kondisi pasar gula aren masih cukup besar. Keuntungan lainnya ya wilayah Rejang Lebong ini cocok untuk tanaman aren,” ujar Yusuf, Sabtu (28/9).

Diungkapkan Yusuf, untuk luas lahan tanaman aren yang telah ada di Rejang Lebong, kurang lebih 2000 hektar yang tetsebar di 6 kecamatan yakni kecamatan Selupu Rejang, Curup Timur, Curup Tengah, Sindang Dataran, Sindang Kelingi, Binduriang dan Kecamata Bermani Ulu Raya.

Untuk mendukung peningkatan luas lahan tersebut, pihak bidang perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan RL Telah memiliki kebun induk untuk pengembangan bibit aren unggul  Varietas Semulen ST 1 yang merupakan bibit lokal.

“Varitas Semulen ST 1 ini memiliki keunggulan tahan hama, produksi air lebih banyak yakni 15-30 liter per hari, dan mudah tumbuh di berbagai wilayah di Rejang Lebong.Berkebun aren ini lebih menjanjikan daripada sawit untuk wilayah Rejang Lebong,” lanjut Yusuf.

Ditambahkan Yusuf, produksi gula aren Rejang Lebong rata-rata produksi 800 kg gula aren atau gula batok per hektare.

“Untuk petani yang menjadi pemilik lahan dan melakukan pengolahan air nira menjadi gula batok mencapai 5.082 jiwa,” pungkas Yusuf. [Julkifli Sembiring]