PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Baru-baru ini, Anggota Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu menangkap seorang pria inisial CN (35) warga Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, karena diduga telah memiliki narkotika golongan satu jenis sabu sabu. Ironisnya, setelah ditangkap bersama barang bukti 1 paket sabu yang disimpan didalam plastik klip bening, terduga pelaku CN ketika di introgasi petugas mengaku bahwa barang haram tersebut ia dapat dari Narapidana (Napi) Lapas Bentiring Kota Bengkulu.

Data terhimpun, CN ditangkap pada 24 September 2019 berawal dari informasi masyarakat terkait sering terjajadinya transaksi sabu di kawasan Jalan Salak 7 RT 2 RW 9 Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Atas dasar informasi tersebut Anggota langsung melakukan pengamatan dan pengintaian. Tidak lama kemudian, Anggota melakukan penangkapan terhadap CN. Selanjutnya Anggota melakukan penggeledahan yang disaksikan warga setempat dan Anggota menemukan barang bukti sabu.

Kemudian Anggota melakukan introgasi terhadap CN dan ia mengaku sabu tersebut didapat dari BD yang merupakan Napi dilapas Bentiring Kota Bengkulu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Sachroni melalui Panit l Subdit Ditresnarkoba Polda Bengkulu AKP Hendri Saputra, Kamis (26/9/2019) mengatakan dari penangkapan CN petugas berhasil mengamankan barang bukti satu paket sabu dalam plastik klip bening, satu unit HP, satu dompet, satu unit kendaraan roda dua, satu buah ATM BCA.

“Petugas juga mengamankan seperangkat alat hisap sabu atau Bong,” kata Hendri Saputra.

Pengungkapan penyalahguna narkotika dan bandar narkotika yang dilakukan Polda Bengkulu patut mendapatkan apresiasi dari masyarakat, dan penangkapan tersebut dapat dikatakan bahwa Napi didalam Lapas diduga masih bisa beroperasi dengan leluasa memasarkan barang haram meskipun kondisinya sedang balik jeruji besi.

Beberapa waktu lalu Diresnarkoba Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Sachroni melalui Wadires Narkoba Polda Bengkulu AKBP Pambudi pernah menegaskan, pihaknya sudah sering kberkoordinasi dengan pihak Lapas untuk mensterilkan penghuni Lapas dari alat komunikasi.

“Kita sudah berkoordinasi ke Lapas, dan sudah beberapa kali juga disana untuk merazia handphone. Tapi memang bagaimana bisa pelaku dalam Lapas menginstruksikan orang dari luar agar bisa mendapatkan barang tersebut dan bersumber dari oknum penghuni lapas,” jelas Pambudi. [Anto]