PedomanBengkulu.com, Lebong – Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten Lebong, Rabu siang (11/9/19), membahas perihal koordinasi penataan ruang daerah serta soal rekomendasi pemanfaatan ruang.

Dalam rapat Sekda Lebong Mustarani Abidin SH M.Si menegaskan, bahwa setiap perusahaan investasi yang memanfaatkan tata ruang yang masuk ke Kabupaten Lebong, harus terlebih dahulu meminta rekomendasi dari TKPRD sebelum pengajuan izin usaha dan investasinya.

“Bukan mempersulit investasi, tapi lebih kepada menetapkan aturan. Jangan setelah keluar izin atau sudah melakukan kegiatan, baru meminta rekomendasi TKPRD, itu tidak boleh,” tegas Mustarani.

Ditambahkan Mustarani, apabila ada kegiatan di lapangan suatu invesau atau pembangunan yang sudah beroperasi tapi belum mengantongi rekomendasi TKPRD, maka dirinya menegaskan akan perintahkan untuk langsung menghentikan aktivitas perusahaan tersebut.

Karena seyogyanya, lanjutnya, setiap usulan pemanfaatan ruang, dan pengajuan rekomendasi kesesuaian tata ruang, harus memperhatikan persyaratan teknis dan administratif sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Persyaratan teknis tersebut salah satunya, harus ada pertimbangan terhadap kebijakan spasial, fisik wilayah, sosial kependudukan, ekonomi wilayah, persebaran ketersediaan, dan kebutuhan sapras, pengusaan tanah, lingkungan hidup, dan penguatan resiko bencana,” bebernya.

Semua itu, sambungnya, berdasarkan edaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang maupun edaran Kepala BPN dengan nomor: 4/SE-PF.01/VII/2019 perihal Percepatan Perizinan Pemanfaatan Ruang Dalam Rangka Mendorong Penanaman Modal atau investasi di Daerah.

“Harus sesuai aturan, kalaupun izin mati, ataupun ingin melakukan pembaharuan maka harus menerima rekomendasi TKPRD dulu. Sebaliknya, kalaupun tidak ada rekomendasi tapi sudah beroperasi. Saya minta nanti langsung ditutup” tukasnya.

Kemudian dalam rapat tersebut, juga dibahas hasil kajian pengajuan rekomendasi kesesuaian ruang kepada TKPRD untuk 6 pengajuan rekomendasi dari perusahaan dan perorangan. Meliputi untuk rekomendasi galian C perorangan di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, PT Pemuda Rafflesia Nusantara, PT Andesit Multi Konstruksi, PT Rancang Bangun Mandiri, Pembangunan Rusun di Desa Air Kopras, dan penyulingan serai wangi di Desa Mangkurajo.

“Dari keenam pengajuan tersebut akan ditindaklanjuti dan disampaikan ke Gubernur Bengkulu,” singkat Mustarani.

Pantauan PedomanBengkulu.com, dalam rapat yang digelar di Aula Bina Praja Setda Lebong tersebut selain Sekda Lebong, Mustarani Abidin SH M.Si hadir juga Asisten II Setda Lebong Drs Dalmuji Sutanto, Kadis DLH Zamhari Bahrun SH MH, Kadis Perkim Yulizar SH, Kabag Pemerintahan M Subhan Feri MM Kabag Hukum Shabahul Adha SH, Kabag Administrasi Pembangunan Joni Prawinata SE MM, Kabid Tata Ruang DPUPR-P Heri Setiawan ST, dan sejumlah perwakilan OPD yang tergabung dalam TKPRD Pemkab Lebong. [Supriyadi]