PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seiring berjalannya waktu, penyidikan kasus dugaan penjualan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) tahun 2015 lalu seluas 62,9 hektar di Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu kasusnya semakin gamblang, setelah penyidik memeriksa Ibnu selaku Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Bengkulu yang menjabat pada 1995 silam sebagai saksi di Kantor Kejari Bengkulu, Rabu (18/9/2019).

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan  mengatakan, pada pemeriksaan terhadap Mantan Kepala BPN Kota Bengkulu penyidik menunjukkan salinan peta bidang lahan Pemkot yang didapatkan penyidik. Mantan Kepala BPN mengaku bahwa salinan peta bidang tersebut sesuai dengan yang asli dan tanda tangan di dalamnya merupakan tanda tanggannya sewaktu menjabat pada 1995 silam sebagai Kepala BPN Kota Bengkulu.

“Artinya peta bidang tersebut merupakan asli produk dari BPN Kota Bengkulu saat itu, karena saksi mengakui salinan peta bidang yang ditunjukkan sesuai dengan aslinya,” kata Emilwan Ridwan.

Ketika penyidik menanyakan peta bidang yang asli, kata Emilwan, mantan Kepala BPN menyatakan bahwa peta bidang yang asli seharusnya berada di BPN. Emilwan mengngkapkan, sebenarnya dari pengakuan Mantan Kepala BPN dan keterangan saksi-saksi Kejari sudah bisa mengambil sikap, namun bukti-bukti yang sudah ada akan lebih diperkuat lagi yaitu mencocokkan hasil keterangan saksi dan hasil pengukuran lahan yang pengukurannya akan dilaksanakan minggu depan.

“Tentunya kita akan crosschek kembali, karena yang bersangkutan meminta untuk dilanjutkan lagi pemeriksaannya. Untuk peta bidang yang asli akan kita cari semaksimal mungkin. Tetapi dengan adanya salinan peta bidang yang kita pegang ditambah dengan keterangan saksi yang menyatakan itu tandatanggannya sebenrnya itu sudah cukup. Namun kita lebih perkuat lagi dengan hasil keterangan dan pengukuran ulang lahan, tinggal mencocokkan saja,” beber Emilwan Ridwan. [Anto]