PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu terus menelusuri aktor utama terkait dugaan penjualan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 62,9 hektar di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu yang penyidikannya masih terus bergulir di Kejari Bengkulu.

Teranyar, tim penyidik Pidsus Kejari meminta keterangan project Manajer Perum Perumnas Korpri yakni Heri, sebagai saksi penyidikan kasus dugaan penjualan lahan Pemerintah Kota Bengkulu seluas 62,9 hektar tahun 2015 lalu tersebut.

Di sela-sela istirahat pemeriksaan, saat diwawancarai, Heri mengatakan total luas lahan yang dipakai perum Perumnas Korpri untuk membangun 569 unit perumahan ASN di wilayah Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu tidak mencapai 12 hektare.

“Luasannya rata-rata 10 x 20 atau 200 meter persegi. Pembangunan kita 610, cuma alokasi ke konsumen PNS Korpri tidak sampai segitu. Karena rumah itu sebelum diajukan kan ada gempa. Total luas lahannya kalikan saja 200 meter persegi kali 569 rumah yang terjual. Tidak nyampai 12 hektar. Kita tidak tahu titik nolnya tapi di titik pembangunannya kita tahu,” beber Heri.

Sementara itu, Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH.MH mengatakan dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa dari 62,9 hektar aset Pemkot yang dilepas pada tahun 1995 silam total rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibangun Perum Perumnas di Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu tidak sampai 610 unit rumah seperti yang direncanakan tetapi hanya 569 unit rumah. Emilwan Ridwan mengungkapkan, selain itu keterangan saksi juga sangat membantu tim penyidik untuk mengetahui titik nol pembangunan perumahan ASN di tahun 1995.

“Sementara saya lihat laporan dari penyidik bahwa pembangunan perumahan tersebut sebanyak 569 unit. Sebenarnya 610 rumah karena kerusakan akibat gempa jadi 569 yang tercatat. Yang bersangkutan pada saat itu sebagai pegawai pada Perumnas dan sekarang sebagai manajer proyek itu sendiri. Itu memang kerjasama dari pihak perum perumnas itu sendiri dengan Pemkot untuk menyediakan lahan untuk pembangunan Perumahan ASN pada saat itu,” kata Emilwan. [Anto]