Kepala Disperkim Lebong Yulizar SH

PedomanBengkulu.com, Lebong – Setelah melalui proses penilaian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia, salah satunya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Peningkatan Kualitas (PK) di Kabupaten Lebong tahun 2019 sebanyak 650 unit.

Berdasarkan penilaian persentase progres secara keseluruhan, Pemkab Lebong kembali menjadi juara satu tingkat Provinsi Bengkulu dan melaju ke tingkat nasional dan berhasil masuk rangking dua nasional. Atas prestasi tersebut, Kabupaten Lebong meraih reward sebanyak 103 unit tambahan program BSPS PK.

“Alhamdulillah kita mendapatkan tambahan reward program BSPS PK sebanyak 103 unit,” sampai Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lebong Yulizar SH kepada PedomanBengkulu.com Rabu siang (11/9/19).

Ditambahkan Yulizar, tambahan reward tersebut disampaikan dalam rakor tim penilaian BSPS Kemen-PUPR RI, BSPS Kabupaten Lebong menjadi rangking pertama ditingkat Provinsi Bengkulu. Kemudian mewakili Provinsi Bengkulu mendapatkan peringkat kedua tingkat Nasional dalam progres realisasi program BSPS PK tahun 2019.

“Sebelumnya kita sudah dapat 650 unit, ditambah reward 103 unit, maka total tahun 2019 Kabupaten Lebong mendapatkan BSPS PK sebanyak 753 unit,” bebernya.

Pencapaian prestasi ini, lanjut Yulizar, berkat kerjasama tim BSPS PK di Kabupaten Lebong secara keseluruhan. Serta adanya gotong royong swadaya masyarakat, sekitar rumah penerima program BSPS.

“Bukan hanya tim Disperkim, tapi ini karena adanya pendampingan Tim BSPS Lebong dan masyarakat penerima bantuan tersebut,” singkatnya. [Supriyadi]