PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Polemik penahanan ijazah di SMKN 1 Bengkulu Utara belum berkahir, setelah sebelumnya pihak sekolah SMKN 1 Bengkulu Utara mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menahan ijazah siswa yang belum membayar uang komite. Hal tersebut dibantah oleh Vivi Anggraini salah satu murid sekolah tersebut yang belum mendapatkan ijazah.

“Saya belum ambil ijazah lantaran belum mampu membayar uang komite, sedangkan pihak sekolah mewajibkan kami untuk membayar uang komite tersebut,” ujar Vivi, Kamis (19/9/2019).

Baca: Menunggak Hingga Rp3 Juta, Ijazah Siswi SMKN 1 BU Ditahan

Ditambahkan oleh Erwadi warga Desa Taba Tembilang Kecamatan Kota Argamakmur yang merupakan orang tua dari vivi bahwa benar anaknya sekarang belum mendapatkan Ijazah karena belum mampu membayar uang Komite.

“Saya hanya bekerja sebagai penjual barang bekas, untuk membayar uang sebesar 2 juta agak berat, sedangkan pihak sekolah tidak mau ngasih ijazah anak saya kalau uang tersebut tidak di bayar,” ujar Erwadi

Baca juga:Ombudsman RI: Pungutan Tidak Boleh Menjadi Syarat Pengambilan Ijazah

“Anak saya sempat ke SMKN 1 Bengkulu Utara untuk meminta ijazahnya, namun tidak berhasil karena alasan uang komite belum lunas malahan saat minta ijazah tersebut di sodorkan jumlah tunggakan yang harus di lunas oleh anak saya, sekarang anak saya sudah bekerja di Dinas Kominfo hanya bermodal selembar surat bukti kelulusan,” ujar Erwadi

Sementara itu Kadis Diknas Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun meminta agar tidak ada penahanan terhadap ijazah siswa.

“Biasanya siswa yang tak mampu di gratiskan namun pada prinsipnya sekolah tidak boleh menahan ijazah,” katanya. [Evi Kusnandar]