PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seorang pemuda Inisial AD Warga Jalan Penurunan Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu tewas ditikam di salah satu Warung Tuak yang berada di Pasar Minggu Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Minggu (8/9/2019) sekira pukul 01.00 WIB.

Data terhimpun peristiwa berdarah tersebut diduga berawal pada saat korban bersama dengan teman temannya sedang mengonsumsi Minuman Keras (Miras) jenis tuak di warung tersebut. Setelah tuak yang dipesan sudah habis diminum oleh mereka, korban berbicara dengan teman-temannya untuk menambah minuman lagi.

Namun entah apa sebab, secara tiba-tiba terduga pelaku langsung menusuk korban sebanyak 4 tusukan. Korban sempat di bawa ke Rumah Sakit Kota Bengkulu untuk mendapatkan perawatan medis namun lantaran diduga luka tusukan yang dialami korban cukup serius sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Diduga, setelah mendapatkan informasi adanya peristiwa tersebut, pihak Kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi dan mencari bukti-bukti di TKP. Atas kerja keras pihak kepolisian akhirnya terduga pelaku dugaan penusukan tersebut berhasil diamankan.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman melalui Kabid Humas AKBP Sudarno saat dikonfirmasi mengatakan bahwa terduga pelaku penikaman terhadap korban sudah diamankan dan saat ini berada di Mapolda Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Terduga pelaku sudah diamankan oleh Tim Khusus (Timsus) Polda Bengkulu,” ucap Sudarno.

Seperti diketahui bersama, peristiwa seperti ini diduga sudah sering terjadi di Kota Bengkulu. Pihak kepolisian sebelumnya juga telah menegaskan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras jenis apapun, karena dapat membuat orang tidak terkontrol sehingga bisa berbuat apa saja misalnya tindak pidana kejahatan bahkan tindak pidana pembunuhan.

Peristiwa yang baru saja terjadi seharusnya dijadikan contoh oleh masyarakat agar tidak lagi mengonsumsi miras karena dapat berakibat fatal. [Anto]