Tampak kegiatan pemasangan baleho sosialisasi Cegah Karhutla

PedomanBengkulu.com, Lebong – Kepolisian Resort (Polres) Lebong, terus meningkatkan sosialisasi pencegahan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain memasang baleho, juga disosialisasikan melalui mikropon secara keliling. Bahkan, dalam baleho yang dipasang tersebut, juga mengingatkan akan hukuman penjara bagi pelaku yang sengaja menyebabkan Karhutla.

Sesuai dengan Undang-undang RI nomor 18 tahun 2004, pada pasal 48 ayat 1 disebutkan, pelaku Karhutla akan diancaman dengan pidana 10 tahun, dan denda Rp 10 Miliar.

“Sesuai aturannya, Bahwa setiap orang yang dengan sengaja membuka atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup diancam dengan pidana 10 tahun dan denda 10 Miliar,” ungkap Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur SIK melalui Kasat  Reskrim, Iptu Andi Ahmad Bustanil kepada PedomanBengkulu.com Senin siang (23/9/19).

Ditambahkannya, bukan hanya sebatas pemasang baleho dan himbauan saja, anggotanya juga akan ditingkatkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas, agar seluruh masyarakat Lebong lebih paham akan aturan soal Karhutla dan tidak melakukan pembakaran lahan, apalagi dimusim kemarau saat ini.

“Harapan kita dengan upaya ini, maka masyarakat tidak melanggar aturan dan ikut mencegah Karhutla,”tukasnya. [Supriyadi]