PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Aksi solidaritas yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan Pemuda Rejang Lebong diawali dengan kegiatan menyalakan lilin atas meninggalnya Randi Muh. Yusuf Kardawi mahasiswa Universitas Halu Oleo dan Bagus Putra Mahendra Siswa SMK Al-Jihad Tanjung Priok.

Diungkapkan Presiden mahasiswa IAIN Curup Yoga Pratama Putra, kegiatan yang yang dilakukan oleh mahasiswa dan Pemuda Rejang Lebong sebagai  bentuk solidaritas dan penghargaan terhadap mahasiswa yang gugur pada pada saat melakukan aksi  di kendari Sulawesi Tenggara.

“Malam ini kita mengundang seluruh mahasiswa yang ada di Rejang Lebong. Kita telah melakukan solat gaib, penyalaan lilin serta doa bersama untuk rekan kita yang gugur membela kebenaran,” kata Yoga, Sabtu (28/9/2019).

Pada saat penyalaan lilin oleh mahasiswa, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Ramhat Mustika SIk tiba dilokasi dan mahasiswa memberikan kesempatan untuk berbicara.

Kapolres pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya mahasiswa di Kendati ketika mengikutk aksi.

“Saya mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya rekan mahasiswa di Kendari. Saya berpesan juga agar kegitatan ini dapat berjalan dengan tertib. Kita ada disini untuk memberikan jaminan keamanan sampai kegiatan rekan rekan ini berakhir. Pesan kami agar rekan rekan mahasiswa dapat menjaga kamtibmas, silahkan mengeluarkan aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa dengan tetap menjaga kambibmas. Karena di Rejang Lebong ini sudah kondusif. Saya mendukung kegiatan yang dilaksanakan adek adek mahasiswa ini,” kata kapolres.

Aksi solidaritas yang dilaksanakan dihalaman Perpustakaan IAIN tersebut berjalan tertib. Sekain menyalakan lilin dan menyanyikan lagu mahasiawa masing masing, pewakilan kampus juga mebacakan puisi dan diakhiri dengan doa bersama untuk ke tiga rekan mereka yang meninggal pada aksi demo serentak menuntu pembatalan UU KPK, dan RUU KUHP. [Julkifli Sembiring]