PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rejang Lebong,  Rabu (18/9/2019), melakukan razia asbak rokok dan osialisasi kawasan Bebas Rokok  di sekolah-sekolah dan Kantor Pemerintah Daerah.

Diungkapkan Kepala Satpol PP Rejang Lebong Rachman Yuzir razia asbak rokok sekaligus mensosialisasikan Perda Kabupaten Rejang Lebong No.07/2017, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kita menemukan belasan asbak rokok baik diperkantoran maupun dikawasan sekolah, seluruh asbak rokok tersebut kita sita. Disekolah ada asbak yang kita amankan dari lokasi kantin, karena sekolah memang kawasan tanpa asap rokok maka tetap kita sita,” ujar Rachman.

Razia asbak rokok yang dilakukan Satpol PP ini sebagai salah satu upaya mencegah ASN maupun masyarakat merokok di kawasan terlarang yakni fasilitas kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, sarana ibadah, sarana angkutan umum, perkantoran, dan sarana umum. Razia yang dilakukan di setiap sekolah yang ada di Rejang Lebong ini menyasar guru dan ASN yang ada di sekolah serta para siswa, karena tidak menutup kemungkinan ada siswa yang membawa rokok ke sekolah.

“Saat ini sudah banyak pelajar SMP maupun SMA yang sudah merokok, hanya saja aturan tegas untuk larangan siswa merokok belum ada kecuali aturan sekolah, tinggal lagi bagaimana pengawasan dan pembinaan orang tua masing-masing saja. Untuk razia yang kita lakukan hari ini tidak ada siswa yang kita temukan merokok,” kata Rachman

Rachman mengatakan bahwa dalam Perda No.07/2017, terutama Pasal 34 menyebutkan, setiap orang atau pimpinan atau penanggung jawab KTR dengan sengaja tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan akan dikenai sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp5 juta. [Julkifli Sembiring]