PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebanyak 100 Penari hiasi Pantai Panjang Bengkulu. Kegiatan Flash Mob dengan menarikan Tari Saputangan secara masal ini dilakukan dalam aksi kampanye keberagaman yang melibatkan masyarakat melalui gerakan kebudayaan Flash Mob Tari.

Kemerdekaan Indonesia yang menginjak usia 74 tahun, masyarakat Indonesia patut berbangga diri dengan berbagai macam kulturalnya yang beragam. Dengan adanya tarian tradisional, diharapkan masyarakat lebih mencintai Indonesia dari berbagai keanekaragamannya.

Untuk menggemakan keberagaman seni tradisional ini, Yayasan PUPA mendorong Forkomwil PUSPA Provinsi Bengkulu, dengan menampilkan tarian Saputangan Bersama Essy Studio.

“Kegiatan ini diawali dengan Tarian Congkek dari Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2019. Sejauh ini sudah 5 Kota yang menjawab tantangan merayakan keberagaman ini yaitu Kota Bandung, Makassar, Solo, Jember dan Medan. Kemudian pada hari ini kita masuk di urutan yang ke 6,” kata Ketua Yayasan PUPA Susi Handayani, Sabtu (28/9/2019).

Tari Saputangan merupakan tari yang pada zamannya selalu dibawakan untuk mengiringi tari tarian adat lainnya, seperti tari persembahan dan tari gandai. Tari saputangan berirama riang dan luwes dalam gerakannya.

Tarian ini sudah sangat jarang lagi ditarikan oleh masyarakat Bengkulu. Oleh karena itu Ketua Yayasan PUPA Susi Handayani mengajak masyarakat Bengkulu, juga seluruh masyarakat Indonesia untuk menari, kembali merayakan keberagaman yang ada di Indonesia.

“Melalui tarian kita bisa memutuskan rantai kekerasan yang terjadi di sekitar kita, saling menguatkan satu sama lain menuju Indonesia tampa kekerasan.” Tutup Susi Handayani.[Mario]