PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang kembali menerima penitipan uang dari salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi pada Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Ujan Mas Bawah Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 lalu sebesar 9 juta rupiah.

Terdakwa yang menitipkan uang tersebut adalah Syaipul Anwar selaku Sekretaris Desa Ujan Mas Bawah. Uang tersebut diserahkan oleh pihak keluarga terdakwa dan diterima langsung Kasi Pidsus Kejari di Kantor Kejari Kepahiang, Selasa (10/9/2019).

Kepala Kejari Kepahiang H Lalu Syaifudin SH.MH melalui Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan, S.H., M.H saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihak Kejari Kepahiang menerima penitipan uang dari terdakwa tersebut.

“Uang tersebut langsung disetorkan ke rekening kas negara melalui Bank Mandiri KCP Kepahiang,” kata Rusydi.

Diketahui, sebelumnya tiga terdakwa lainnya yaitu Ahmad Badawi selaku Kades, Sopian Aroni Bendahara Desa Tahun 2015 dan Ismono Sahadi Bendahara Desa tahun 2017 sudah menitipkan uang.

Dengan demikian, pengembalian keuangan negara yang sudah dititipkan oleh para terdakwa dalam perkara ini sebesar Rp 97.000.000,- dari total Kerugian Keuangan Negara sejumlah Rp 198.434.062.

Pada penetapan tersangka waktu itu mereka dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [Anto]