PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu menerima penitipan uang pengganti kerugian negara dari  dua terdakwa kasus dugaan korupsi pada Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Ujan Mas Bawah Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 lalu sebesar Rp. 10.984.062.

Terdakwa yang menitipkan uang tersebut yaitu Ahmad Badawi selaku Kepala Desa Desa Ujan Mas Bawah Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 menitipkan uang sebesar Rp.5.500.000 dan terdakwa Syaipul Anwar selaku Sekretaris Desa Ujan Mas Bawah, Sopian Aroni Bendahara Desa Tahun 2015 menitipkan uang sebesar Rp.5.484.062 melalui pihak keluarganya di Kantor Kejari Kabupaten Kepahiang, Senin (23/9/2019).

Kepala Kejari Kepahiang H Lalu Syaifudin SH.MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Rusydi Sastrawan, S.H., M.H saat dikonfirmasi mengatakan uang yang dititipkan terdakwa langsung disetorkan ke rekening kas Negara melalui Bank Mandiri KCP Kepahiang.

Dengan demikian, pengembalian keuangan negara yang sudah dititipkan empat terdakwa dalam perkara ini sebesar Rp 198.434.062 dari total Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 198.434.062. Maka penitipan yang terakhir tersebut merupakan pelunasan.

“Hari ini pihak keluarga dari keluarga dari kedua terdakwa tersebut menitipkan kekurangan pengembalian dan hari ini dilunasi,” kata Rusydi.

Diketahui dalam kasus ini Kejari Kepahiang menetapkan empat orang tersangka yaitu Ahmad Badawi selaku Kepala Desa Desa Ujan Mas Bawah Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sampai dengan tahun 2017, Syaipul Anwar selaku Sekretaris Desa Ujan Mas Bawah, Sopian Aroni Bendahara Desa Tahun 2015 dan Ismono Sahadi Bendahara Desa tahun 2017 dan para terdakwa pada penetapan tersangka waktu itu dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [Anto]