Narasumber memberikan materi pelatihan PTK dan penulisan karya ilmiah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melakukan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dan Pembuatan Karya Ilmiah bagi guru SDN 76 Kota Bengkulu.

Dr. Titi Darmi salah satu tim kegitan ini mengatakan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan harus mengoptimalkan semua sumberdaya yang ada. Pengoptimalan tersebut, menurutnya dapat dilakukan dengan berkolaborasi dengan berbagai sektor, salah satunya kolaborasi bersama Perguruan Tinggi.

“Kegiataan ini merupakan salah satu unsur Tri Drama Perguruan Tinggi, yang menjadi tugas dosen dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dan pelatihan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan,” kata Dr. Titi Darmi, Sabtu (14/9/2019).

Penyerahan Modul PTK dan Penulisan Karya Ilmiah oleh Ketua Tim dan diterima diwakili oleh Ibu Muji

Menurutnya, berbicara upaya peningkatan mutu pendidikan, hal yang paling urgensi dalam mewujudkan hal tersebut adalah peningkatan kapasitas para guru.

“Peningkatan kapasitas para guru dapat dilakukan dengan memperbaiki secara terus menerus, kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar. Mutu pendidikan ditentukan bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas dapat terlaksana dengan efektif dan efisein. Agar pelaksanaan proses belajar mengajar berdaya guna untuk menghasilkan luaran yang baik,” katanya.

Oleh karenanya, menurut Dr. Titi Darmi, guru penting untuk melakukan evaluasi dengan cara Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan PTK kekurangan atau kelemahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar dapat teridentifikasi dan terdeteksi, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya.

“Tahun 2019, kami diberikan kesempatan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk berpartispasi dalam mewujudkan upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas para guru pada SDN 76 Kota Bengkulu. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini mendampingi para guru melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil dari PTK dibuat menjadi artikel dan dipublisikan di jurnal sasaran,” ungkapnya.

Foto bersama setelah berakhir PTK dan Penulisan Karya Ilmiah

Diketahui, kegiatan PKMS ini masih banyak kekuranganya, mengingat sulitnya memotivasi para guru yang hampir 64% akan menghadapi masa pensiun, dilain pihak ada 36% guru yang memiliki potensi dan memiliki kebermanfaatan yang tinggi terhadap hasil PTK dan Penulisan karya Ilmiah, memiliki kesibukan yang sangat tinggi. Ketersediaan waktu untuk melakukan klinik hanya pada hari Sabtu, sedangkan Sabtu banyak kegiatan sosial yang sudah terjadwal.

Sementara kegiatan pelatihan PTK ini dilaksanakan pada tanggal 19-21 Juni 2019 yang lalu. Dan untuk kegiatan klinik pembuatan proposal, pelaksanaan PTK, pembuatan laporan masih berlangsung serta pembuatan artikel dari hasil PTK yang akan dilaksanakan dalam waktu secepatnya.

Kegiatan ini akan berakhir pada bulan November 2019. Dan untuk tim kegiatan ini terdiri dari beberapa dosen yakni Dr. Titi Darmi, Dra Reni Kusmiarti dan Dr. Ira Yuniati serta melibatkan beberapa mahasiswa. [Mario]

Berikut berbagai tahapan yang dilakukan tim Kegiatan pengabdian yang dilakukan, diantaranya :
1. Telah berkonsultasi, merancang dan mensepakati program kegiatan pengabdian bersama para guru di SDN 76 Kota Bengkulu.
2. Melakukan sosialisasi kegiatan.
3. Melakukan pelatihan PTK dan Penulisan Karya Ilmiah.
4. Telah melakukan klinik proposal bagi guru yang membuat proposal PTK.