PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Hukuman tujuh terdakwa kasus korupsi laboratorium (Lab) bahasa di Dinas Pendidikan dan kebudayaan Rejang Lebong tahun 2010  segera diputus. Ancaman hukuman masing masing terdakwa berbeda beda yakni antara 1 tahun 6 bulan hingga 2 tahun 6 bulan.

Diungkapkan Kejari Rejang Lebong Edi Utama SH melalui Kasi Pidsus Agustian SH MH, rencananya, Selasa (1/10) besok menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

“Sidang tuntutan sebelumnya digelar pada hari Kamis 19 September 2019, kemudian pembelaan digelar seminggu berikutnya, dan Selasa besok rencananya akan digelar sidang putusan,” kata Agustian dikonfirmasi Bengkulu, Senin (30/9).

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, tujuh terdakwa yang terbagi menjadi empat berkas perkara dituntut dengan masing-masing tuntutan penjara mulai dari satu hingga dua tahun penjara.

Untuk berkas pertama yakni terdakwa Sudirman sebagai Kepala dinas Pendidikan RL dituntut pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsidair 3 bulan kurungan. Kemudian berkas kedua terdakwa Adi sucipto dituntut 2 tahun penjara dan denda 50 juta subsider 3 bulan kurungan berkas selanjutnya yakni atas terdakwa Hamsapari ST dituntut  2 tahun 6 bulan dan membayar uang pengganti Rp 74 juta jika tidak membayar uang pengganti maka dipidana penjara 1 tahun bulan dan terdakwa Yunus Dwi Kasmanto dituntut  1 tahun 6 bulan denda 74 juta dan jika tidak membayar uang pengganti maka dikenakan pidana selama 11 bulan penjara dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun, terdakwa Yu dituntut 1 tahun 10 bulan dengan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Dan untuk berkas terakhir yakni atas terdakwa Asri Kosmani dituntut penjara 1 tahun 8 bulan, terdakwa Zainal Arifin dituntut penjara 1 tahun 10 bulan dan terdakwa Alfiansyah dituntut penjara 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda masing-masing Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sementara itu, dalam perjalanannya 6 dari 7 terdakwa tersebut sebelumnya telah menitipkan pengembalian uang kerugian negara ke Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, dimana uang pengembalian itu bisa meringankan hukuman terdakwa.

“Dari tujuh terdakwa ini ada satu terdakwa yang tidak melakukan penitipan pengembalian kerugian uang negara sama sekali, yakni atas nama terdakwa Hamsapari,” pungkas Agustian.[Julkifli Sembiring]