Habib Abdurrahman Al Kaff

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah membatalkan Salat Istisqa atau salat meminta hujan yang rencananya akan digelar Jumat (27/9/2019) lalu. Padahal sejumlah undangan sudah disebarkan untuk mengajak umat muslim melaksanakan Salat tersebut di Halaman Masjid Raya Baitul Izza.

Pembatalan tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah ulama. Salah satunya datang dari Al Habib Abdurrahman Al Kaff.

Habib menilai sangat baik jika Salat Istisqa tersebut tidak disandarkan pada prediksi musim, tapi hendaklah dilaksanakan hanya semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

“Walaupun musim kemarau kalau Allah mau turunkan hujan maka hujan akan turun. Walaupun musim hujan kalau Allah nggak mau turunkan hujan, siapa yang bisa turunkan hujan? Cina nggak bisa, Amerika nggak bisa! yang bisa menurunkan hujan itu hanya Allah,” kata Habib mengingatkan kebesaran Allah SWT, Minggu (29/9/2019).

Ditambahkan Habib, bahwa segala yang terjadi dimuka bumi ini adalah atas kehendak Allah SWT. Karena itu katanya, Allah kuasa sedangkan mahluk tak kuasa.

“BMKG berapa kali memberitakan akan terjadi gempa besar, nggak jadi gempanya. BMKG boleh saja memprediksi, tapi yang tahu itu Allah. Allah kuasa, selain Allah tidak kuasa. Diramalkan hari Jum’at akan turun hujan, kalau Allah nggak mau turunkan hujan? jadi Allah yang kuasa. Allah bisa menurukan hujan ditengah kemarau panjang dan Allah bisa berhentikan hujan ditengah musim penghujan. Allah bisa turunkan hujan di satu kampung dan di kampung lain tidak kena hujan. Bahkan Allah bisa menurunkah hujan pada satu kebun saja,” ujarnya.

Diumpakannya juga mengenai Nabi Ibrahim yang tidak terbakar api karena kuasa Allah SWT.

“Kobaran api yang harusnya membakar Nabi Ibrahim tapi api tidak membakar Ibrahim, itu bisa Allah lakukan. Karena Allah yang menciptakan maka Allah juga yang mengendalikan sekaligus memelihara. Ini soal perkara iman, kita tidak boleh yakin bahwa musim bisa menurunkan hujan. ini soal iman yakin,” tegasnya.

Habib juga mengajak agar umat muslim senantiasa meluruskan niat dan jadikan ibadah sebagai penambah amal untuk menggapai surgaNya.

“Kita luruskan soal keyakinan bahwa musim bisa menurunkan hujan, itu tidak bisa. Allah bisa membuat orang kedinginan dikobaran api dan membuat orang kepanasan digunung es, Allah kuasa. Itulah hakikat Laila haillallah yang merunkan hujan itu bukan musim atau kemarau tapi Allah. Kalau sudah berniat melaksanakan Shalat Istisqa maka laksanakan apalagi sudah mengajak orang banyak agar Allah jadikan sebagai catatan amal ibadah,” pungkas Habib dalam penyampaiannya. [Yusuf]