PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kemajuan zaman tidak selalu berdampak positif bagi masyarakat, jika penggunaanya tidak tepat maka akan menimbulkan masalah. Salah satu perkembangan zaman yang telah menimbulkan korban yakni penggunaan gadget atau ponsel pintar. Diungkapkan  Mihardi, pelaksana tugas Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) Curup mengungkapkan sebagian besar anak yang ditangani Bapas Curup berawal dari penggunaan ponsel pintar tanpa pengawasan dari orang tua.

“Dari wawancara yang kita lakukan terhadap anak yang masuk ke Bapas ini, sebagian besar karena penggunana gadget. Awalnya mereka main game, kemudian mulai mengakses film-film porno. Nah akhirnya mereka ini terlibat tindakan percabulan dan pencurian,” kata Mihardi.

Mihardi meminta kalangan orang tua untuk membatasi penggunaaan gadget pada anak. Sebab, dengan penggunaan gadget yang sulit dikontrol orang tua dikhawatirkan sang anak bisa terpapar oleh pornografi dan hal-hal negatif lainnya yang berada dalam gadget.

“Batasi penggunaan gadget pada anak, jika perlu awasi sang anak saat menggunakan gadget,” harap Mirahdi.

Menurut Mihardi, salah satu faktor yang bisa menyebabkan kesehatan yang tidak bagus sang anak juga dikhawatirkan bisa terpengaruh dengan hal negatif yang ada pada gadget dengan akses internet yang lebih mudah didapatkan seperti pornografi dan lainnya.

Bahkan, ketergantungan terhadap gadget bisa mempengaruhi perilaku anak. Misal, dalam penggunaan gadget yang tentunya diiringi dengan penggunaan kuota internet yang harus dibeli, sang anak bisa saja akan melakukan pencurian untuk dapat pemenuhan pembelian kuota gadget tersebut jika tidak dipenuhi orang tua.

“Dengan melihat hal pornografi, anak juga bisa cenderung ingin mengikuti sehingga bisa menyebabkan anak terlibat ke dalam asusila,” paparnya.

Menurut Mihardi, peran orang tua sangat penting agar anak tidak berhadapan dengan hukum dengan mengawasi dan membatasi penggunaan gadget.

“Silahkan bermain tapi batasi waktunya, saat belajar harus tetap belajar,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bapas Curup terhitung sejak Januari hingga Agustus 2019 setidaknya menanganai 89 kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH). Dari 89 ABH tersebut tersebar di 3 Kabupaten yakni Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang. Untuk Rejang Lebong jumlah ABH yang ditangani sebanyak 17 kasus dan turun dari tahun sebelumnya. Kemudian untuk Kabupaten Lebong sebanyak 21 kasus dan Kepahiang Sebanyak 51 kasus. [Julkifli Sembiring]