PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebanyak 34 orang pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dilaporkan ke Mapolda Bengkulu terkait dugaan pencemaran nama baik Nopian Andusti selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu.

Rofiq Simantri selaku Kuasa Hukum Nopian Andusti saat diwawancarai di Mapolda Bengkulu, Kamis (17/10/2019) menjelaskan, bahwa pihaknya menemukan pernyataan sikap dari 34 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut yang diduga telah dikirimkan dan disebarkan kepada istansi diluar Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu yaitu ke Komisi Apatur Sipil Negara (KASN), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Presiden.

Dari pernyataan sikap tersebut, terdapat 6 poin yang diduga mencemarkan nama baik Nopian Andusti antara lain, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu tidak mampu melaksanakan fungsi manajerial yang baik sehingga upaya pencapaian program prioritas Gubernur tidak berjalan optimal.

Sekretaris Daerah tidak mampu mendorong mendorong komitnen seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja seluruh OPD.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu tidak mampu memberikan solusi dan rasa nyaman kepada bawahan dalam melaksanakan tugas.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu tidak mampu melakukan peran yang baik dalam menyusun kebijakan Pemerintah Daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu tidak mampu mengkoordinasikan pengelolaan keuangan daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu tidak mampu mengkoordinasikan pelaksana tugas dinas daerah, lembaga teknis daerah dan lembaga lainnya.

Sehingga 34 ASN yang diduga melakukan tandatangan tersebut meminta agar Gubernur Bengkulu memberhentikan Nopian Andusti dari jabatannya sebagai Sekda Provinsi Bengkulu.

“Pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 34 Aparatur Sipil Negara (ASN) mungkin sudah sampai ke Kemendagri dan mungkin juga sudah ke Presiden. Ini intinya mencemarkan nama baik pak Sekda, supaya pak Sekda di berhentikan. Pencemaran nama baik itu dengan pernyataan sikap tersebut,” terang Rofiq Sumantri.

Rofiq Sumantri menambahkan, pihaknya juga sudah mengonfirmasi beberapa ASN yang melakukan tanda tangan tersebut. Bahkan saat ditanyakan soal tanda tangan tersebut, kata Rofiq, yang bersangkutan tidak mengiyakan dan tidak memberikan jawaban. Sehingga pihaknya menilai adanya dugaan perencanaan dan rekayasa dalam pernyataan sikap tersebut.

“Mereka yang menandatangani ini tidak mengiyakan dan tidak memberikan jawaban. Kita maksud pada saat itu membuka ruang dialog untuk mediasi untuk dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau baik-baik. Tetapi ternyata sudah satu bulan lebih ditunggu itikad baik dari yang menandatangani pernyataan ini terkesan sekali sebuah rekayasa. Dan yang paling penting kita sama-sama berdoa semoga Allah tunjukkan. Sebenarnya yang kita ingin tau siapa itu aktor utamanya. Tetapi kita jangan berandai-andai dan berasumsi, biarlah fakta hukum yang membuktikan semuanya,” jelas Rofiq Sumantri.

Rofiq Sumantri berharap pihak kepolisian dapat mengungkap dalang dari perencanaan tersebut yang diduga telah mencemarkan nama baik Nopian Andusti sebagai Sekda Provinsi Bengkulu. [Anto]