Kadis Dinsos RL Zulfan Efendi

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sebanyak 650 keluarga penerima manfaat (KPM) di daerah itu telah mengajukan pengunduran diri secara sukarela sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Zulfan Efendi di Rejang Lebong, mengatakan para penerima bantuan sosial yang mengajukan graduasi mandiri tersebut adalah penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) tersebar dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong.

“Mereka ini mengundurkan diri atas kesadaran diri sendiri, di mana jumlahnya sebanyak 650 KPM dari jumlah keseluruhan sebanyak 12.294 KPM,” kata Zulfan.

Ratusan keluarga yang menyatakan graduasi mandiri diketahui dari pendataan yang sedang mereka lakukan guna melakukan verifikasi dan validasi (Verval) penerima bantuan sosial yang masuk dalam basis data terpadu (BDT) Kemensos.

“Disatu sisi ada ratusan penerima bansos yang graduasi mandiri, tetapi disisi lain Kemensos memberikan kuota tambahan baru sebanyak 950 KPM untuk mereka yang memang dianggap layak menerimanya dan selama ini belum terdata, dan setelah kita Verval kuota ini hanya terpenuhi sebanyak 600 KPM saja,” jelas Zulfan.

Kalangan penerima PKH yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan ini kata Zulfan, karena tingkat perekonomian mereka telah meningkat dan ada juga yang tidak layak lagi menerimanya lantaran beberapa komponen syarat penerima bantuan tidak terpenuhi lagi seperti sudah tidak ada lagi anak yang bersekolah, tidak ada ibu hamil dan lainnya.

Sementara itu, proses verifikasi dan validasi data BDT yang dilakukan pihaknya dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong yang dilaksanakan sejak awal 2019 lalu hingga saat ini masih terus berjalan, di mana masih ada tiga kecamatan lagi yang dalam proses pendataan yakni Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang dan Sindang Beliti Ulu.

“Hasil dari Verval ini akan kami umumkan pada Januari 2020 mendatang, saat ini masih ada tiga kecamatan lagi yang dalam proses pendataan lapangan. Kami perkirakan angka kemiskinan di Rejang Lebong akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Zulfan. [Julkifli Sembiring]