PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan wilayah kerja Provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan mengadakan kegiatan Dialog Sinergitas Pelestarian Nilai Budaya di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pada hari Kamis 17 Oktober 2019 di Aula Kantor Bupati Rejang Lebong.

Diungkapkan Ketua Panitia Rois Leonard Arios,S.Sos, M.Si Ide kegiatan ini berawal dari tuntutan UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dimana setiap daerah dituntut untuk lebih aktif dalam upaya pemajuan kebudayaan.

“BPNB Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu menggagas diadakannya dialog dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Rejang Lebong seperti dinas terkait bidang kebudayaan, unsur perguruan tinggi, Badan Musyawarah Adat, Seniman, dan pelaku budaya lainnya. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah adanya sinergi, saling kordinasi, dan kerja sama setiap pemangku kepentingan dalam upaya pemajuan kebudayaan” kata Rois.

Ditambahkan Rois, Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua setelah kegiatan serupa dilaksanakan di Kota Bengkulu pada bulan september lalu yang mengundang seluruh dinas bidang kebudayaan kabupaten dan kota se Propinsi Bengkulu.

“Acara akan berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan 4 orang narasumber yaitu Bapak Bupati Rejang Lebong, Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Bapak Drs. Suarman (Kepala BPNB Sumatera Barat), dan Silvia Devi,S.Sos.M.Si (peneliti BPNB Sumatera Barat),” kata Rois.

Ditambahkan Rois, Bupati dan ketua DPRD akan memaparkan bagaimana sinergitas antara eksekutif dan legislatif dalam pemajuan kebudayaan, kepala BPNB Sumatera Barat akan memaparkan sinergi pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dengan pemerintah daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan. Sedangkan Silvia Devi memfokuskan bagaimana sinergi seluruh pihak  untuk melestaritakan budaya melalui pencatatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan pemberian anugrah kebudayaan.

“Kegiatan dibuka dengan tari sambut kejei dari anak-anak peserta Belajar Bersama Maestro (BBM) yg difasilitasi oleh BPNB  Sumbar  dan Dinas Dikbud Kab RL,” pungkas Rois.[Julkifli Sembiring]