Bengkulu memang memilki keanekaragaman makanan tradisionalnya, baik itu makanan ringan maupun makanan berat.

Di setiap daerah atau kabupaten di Bengkulu ini memang memilki makanan yang menjadi ciri khasnya, makanan satu ini sangat popular bagi orang dewasa akan tetapi bagi anak-anak mudah sekarang pasti lupa atau belum pernah mencicipi makanan khas Bengkulu yang satu ini. Makanan yang dimaksud adalah Buak.

Buak sendiri merupakan salah satu makanan yang menjadi ikon masyarakat Bengkulu khusunya di Kabupaten Kaur, Buak terbuat dari ketan putih atau beras ketan yang dicampur dengan larutan santan dan gula merah.

Cara memasak buak ini terbilang tradisional. Mula-mula cuci ketan dan kukus hingga matang. Kemudian panaskan santan dengan api hingga mendidih. Setelah mendidih kemudian masukkan gula merah dan aduk hingga merata. Kira-kira sudah satu jam masukkan beras ketan yang sudah dikukus tadi ke dalam larutan air santan yang dicampur gula merah dan aduk hingga matang.

Untuk memasak buak ini dibutuhkan 3 sampai 4 orang dalam satu loyang.w Waktu yang dibutuhkan dalam memasak lemang ini terbilang lumayan lama sekitar 1 jam-2 jam sesuai temperature bara api yang kita gunakan.

Apabila sudah matang, buak bisa disantap. Buak ini seperti Wajik kalau dalam makanan suku Jawa. Yang membedakannya Buak tidak tahan lama dan wajik bertahan lama. Wajik lebih kering dari pada Buak.

Buak ini sendiri biasanya disajikan dalam acara pesta pernkahan dalam suatu wilayah di Bengkulu tepatnya di Kabupaten Kaur. Makanan ini sebagai makanan ringan pendahulu. Pasti disetiap acara tersebut tidak pernah tinggal atau lupa makanan yang satu ini. [Sugeng]