Oleh: Tri Sugeng

Matahari mulai menampakkan dirinya. Ku bergegas untuk mengawali hari dengan berolahraga.

Menurutku olahraga pagi itu penting supaya badan sehat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Aktifitas hari ini seperti biasa, yaitu kuliah. Hari ini ada banyak Mata Kuliah dari pagi sampai sore hari. Huh!! Capek rasanya bila melihat jadwal hari ini.

Ku bergegas mandi dan pergi ke kampus. Ada yang spesial hari ini. Di tengah perjalanan, aku tak sengaja bertemu seorang wanita berparas cantik dan anggun. Tangan dan mulutku tak bisa berkata, mataku hanya tertuju padanya.

“Ku harap dilain waktu aku bisa bertemu lagi,” ucapku.

Kulanjutkan aktifitasku kembali. Mendengarkan dosen menerangkan materi demi materi. Tidak ada yang masuk dalam otakku saat sedang belajar kali ini. Entah dalam fikiranku hanya sosok wanita yang kutemui di jalan tadi. Apa mungkin ini yang dinamakan cinta pandangan pertama?

“Andai saja dia satu fakultas, pasti ketemu lagi,” fikirku.

Hey Rahmat, perhatikan yang saya jelaskan,” ucap dosen saat melihat aku melamun.

Seketika terkejut mendengar dosen memanggilku.

“Iya pak” ucapku.

Setelah dapat teguran aku mulai memperhatikan dan melupakan apa yang sudah terjadi tadi. Jangan hanya karena masalah wanita aku ketinggalan materi pada hari ini. Ini tidak bagus juga untuk aku sendiri.

Perkuliahan telah usai dan waktunya untuk pulang ke kosan. Setelah sampai di kosan aku merebahkan badan sejenak melepas lelah karena seharian kuliah. Walaupun lelah aku tetap memikirkan siapa wanita yang ku temui tadi. Mau bertanya dengan teman, namun aku tidak punya fotonya, tadi berangkat kuliah juga sendiri.

~

Waktu sudah menunjukan pukul 00.00WIB dan aku belum bisa tidur. Masih terbayang-bayang dengan sosok yang sama, yaitu wanita yang kutemui tadi. Dalam hatiku berkata “Betapa bahagianya diriku kalau bisa memilikinya,”.

Mataku sudah mulai mengantuk dan doaku sebelum tidur bisa bertemu dengan sosok yang sama besok.

Matahari mulai menampakkan dirinya kembali. Sama dengan aktifitas biasanya, aku olahraga. Hari ini kuliah siang jadi aku lebih santai menikmati pagi. Di tengah-tengah aktifitas olahraga aku melihat sosok wanita yang kemarin ku temui. Senang sekali rasanya bisa bertemu lagi. Saat itu aku beranikan diri untuk berkenalan dengan sosok wanita itu. Ku dekati dirinya sambil mencari bahan obrolan yang pas untuk kenalan.

“Hay” ucapku.

“Hay juga,” katanya sambil malu-malu.

“Boleh kenalan gak dek?” Hati berdebar-debar ketika kupegang telapak tangannya.

“Boleh mas saja mas, namaku Tya,” ucapnya.

“Namaku Rahmat” ucapku.

Aku benar-benar malu dan bingung mau ngomong apalagi, mungkin karena baru pertama kali ini aku berkenalan langsung dengan seorang wanita di jalan seperti ini. Betapa bahagianya aku bisa berkenalan dengan dia. Seseorang yang membuatku tak bisa tidur karena memikirkannya.

Meskipun aku bingung tak tahu berkata apa dengannya, namun kami terus berbincang-bincang. Wanita tersebut baik dan ramah. Saat aku kehabisan kata-kata dia selalu ada hal yang dapat dijadikan topik pembicaraan.

(Bersambung)